MEDIASINERGI.CO MAJEN — Pengguna bahasa Mandar mengalami penurunan setiap tahun. Hal tersebut berdasarkan penelitian yang dilakukan balai Bahasa. Itulah yang mendasari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Majene menggelar Lomba Pidato Bahasa Mandar antar Tim Penggerak PKK Kecamatan se Kabupaten Majene. Kegiatan tersebut digelar, Sabtu, 7 Agustus 2021 di Museum Mandar Majene.
Lomba Pidato Bahasa Mandar ini merupakan rangkaian dari kegiatan Festival Kota Tua Majene dalam rangka Hari Jadi Majene ke 476, dilaksanakan dengan aturan prokes yang ketat.
Kabid Pengembangan Kebudayaan M. Yasin selaku ketua Panitia menyampaikan laporannya dalam bahasa Mandar, yang diartikan dalam Bahasa Indonesia tentang dasar pelaksanaan dari Lomba Pidato Bahasa Mandar, dengan maksud adalah untuk mengembangkan Bahasa Mandar dengan berbagai dialeg masing masing wilayah di semua kecamatan, agar dapat dikenal sampai seantero nusantara.
“Jumlah peserta yang mengikuti lomba sebanyak 7 orang, merupakan perwakilan dari semua TP. PKK kecamatan se kabupaten Majene minus Kec. Tubo. Tentu dengan hadiah yang cukup menggiurkan bagi peserta yang keluar sebagai juara,” ujar pria penyuka lagu don’t sleep away Daniel Sahuleka ini.
Sementara Kadis Budpar Majene Andi Beda Basharoe dalam sambutannya menyampaikan, dirinya yakin dan percaya para peserta yang akan tampil dalam lomba sebentar tentu sudah mempunyai talenta tersendiri dalam berbahasa Mandar.
“Saya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua peserta yang tampil beserta para pendukungnya datang tampil dengan menggunakan pakaian sutra Mandar, karena siapa lagi yang akan memperkenalkan hasil UMKM kita kalau bukan kita semua yang hadir saat ini,” ungkapnya.















