Bupati mengatakan Pemda telah melakukan pengembangan digitalisasi transakasi pajak daerah sebagai bentuk peningkatan pelayanan masyarakat melalui kerjasama dengan perbankan, melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi pajak daerah dalam bentuk kegiatan pemutakhiran data dan pendataan wajib pajak baru, melakukan sosialisasi pajak daerah baik secara langsung maupun melalui media elekronik dan sistem aplikasi informasi pajak daerah dan melakukan penelusuran potensi penerimaan pajak daerah diseluruh wilayah kabupaten wajo.
Adapun terkait anggaran prioritas dalam rancangan perubahan APBD 2021 yang dijadikan solusi pemulihan ekonomi di Kabupaten Wajo, dia menjelaskan bahwa anggaran prioritas pemulihan ekonomi nasional sudah terdokumentasi dalam APBD pokok yang tertuang pada kegiatan infrastruktur.
“Terkait peran pemerintah daerah mengenai masih banyaknya infrastruktur akses jalan menuju tempat destinasi wisata yang rusak, Pemda tetap memperhatikan hal tersebut. Pihak Dinas Parawisata telah mengupayakan akses dana melalui kementerian terkait namun dibutuhkan dokumen perencanaan daerah,” paparnya.
Demikian juga halnya langkah yang dilakukan terkait optimalisasi pelaksanaan vaksinasi, pemerintah terus melakukan permintaan vaksin ke provinsi dan pusat melalui aplikasi smile. Begitupun terkait ketersediaan oksigen sampai hari ini masih cukup dan sementara mengajukan tambahan ke PT Energi Sengkang untuk penambahan stok oksigen.
“Atas beberapa masukan dan saran yang dari fraksi Wajo Bersatu, fraksi Nasdem, fraksi PAN, partai Golkar dan fraksi Kebangkitan Bangsa. Ini akan menjadi catatan khusus bagi pemerintah kabupaten wajo untuk dilaksanakan dan dilakukan evaluasi secara komprehensif,” tandasnya.
Menutup sambutannya, Amran menyampaikan apabila dalam penjelasan tersebut masih dipandang perlu penjabaran lebih lanjut kiranya dapat disampaikan kepada pemda dan akan dijelaskan pada rapat-rapat selanjutnya dilingkungan DPRD Kabupaten Wajo.(syaf)
Editor: Manaf Rachman
















