MEDIASINERGI.CO GOWA — Sejak presiden mencanangkan program nasional vaksinasi massal covid-19 di seluruh Indonesia, maka seluruh daerah provinsi, kabupaten dan kota melakukan vaksinasi secara terpadu kepada seluruh warga masyarakat. Khusus untuk Kabupaten Gowa, angka vaksinasi belum mencapai 50 persen dari target vaksinasi sebanyak 593.820 dosis.
Demikian diungkapkan juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Gowa, dr. Gaffar kepada wartawan, Rabu, 13 Oktober 2021 di Kabupaten Gowa, Sulsel.
Sejak digencarkan pelaksanaan vaksinasi massal di masyarakat Kabupaten Gowa, hingga kini baru tercatat sebanyak 289.635 warga Gowa yang sudah disuntik vaksin Covid-19 atau berkisar 48,77 persen dari target vaksinasi di Kabupaten Gowa sebanyak 593.829 dosis.
“Masyarakat Gowa yang sudah divaksin sudah mencapai 289.635 atau baru 48,77 persen dari target sebanyak 70 persen pada bulan ini,” ujar Gaffar.
Adpun rinciannya adalah, untuk vaksin dosis pertama tercatat sebanyak 181, 804 atau sudah mencapai 30,62 persen. Sedangkan untuk vaksin dosis kedua sudah mencapai sebanyak 106.389 warga atau baru mencapai 17,92 persen.
Rendahnya target itu tentunya disebabkan oleh banyak faktor antara lain, banyak warga masyarakat di Gowa yang hidup di dataran tinggi dan terpencar-pencar, sehingga sulit terjangkau dalam waktu cepat untuk melakukan vaksinasi di suatu wilayah.
Seperti kita ketahui bahwa di Kabupaten Gowa terdapat sebanyak 127 desa dan kelurahan, yang wajib divaksin dan tentunya jumlah kelurahan tersebut ada yang muda dijangkau dan ada pula yang terleatk di balik pebukitan di kawasan Malino.
Selain masyarakat umum, juga ada vaksin khusus pelajar dengan target sebanyak 81.418 dosis. Hingga kini vaksinasi di kalangan pelajar. Untuk tahapan vaksin dosis pertama pelajar terjangkau sebanyak 31.267 dosis atau mencapai 38,40 persen. Sedangkan dosis kedua yakni 13.826 dosis atau 16,98 persen.
Selain pelajar, juga akan dilakukan vaksin pada kelompok ibu-ibu hamil dan Lansia. Khusus untuk vaksin ibu hamil sebanyak 13 ribu dosis dan untuk Lansia 57.835 dosis. (manaf)
Editor: Muh. Hamzah











