Home / Advertorial

Jumat, 29 Oktober 2021 - 11:34 WIB

Oto Dottoro Cakup 14 Kecamatan di Wajo Sejak 2020, Warga Makin Mudah Akses Layanan Kesehatan

Salah-satu masyarakat yang sakit saat mendapatkan pelayanan dari Oto Dottoro

Salah-satu masyarakat yang sakit saat mendapatkan pelayanan dari Oto Dottoro

Setelah tenaga kesehatan tiba di lokasi/rumah, pasien segera dilakukan penanganan sesuai dengan kondisi pasien. Apabila pasien memerlukan penanganan lebih lanjut, maka akan dirujuk ke fasilitas pelayanan terdekat dalam hal ini puskesmas atau rumah sakit.

Sejak Pusat Pelayanan Kegawatdaruratan terbentuk di Wajo pada 2020, Oto Dottoro telah menangani sebanyak 238 kasus dengan kasus terbanyak adalah inpartu sebanyak 50 kasus dan di antaranya kasus kegawatdaruratan berupa kecelakaan lalu lintas sebanyak 18 kasus. Sebagian juga dijemput di rumah untuk dibawa ke rumah sakit atau puskesmas.

“Jadi keberadaan Pusat Pelayanan Kegawatdaruratan sangat penting untuk memberikan pelayanan kegawatdaruratan di masyarakat Kabupaten Wajo sehingga dapat menghindari atau meminimalisir terjadinya kematian dan atau kecacatan,” beber Armin.

Baca Juga:  Presiden Joko Widodo Luncurkan Sistem Online Single Submission Berbasis Risiko

Meski demikian, juga terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan program ini. “Kendala yang bisa diselesaikan langsung, itu kita selesaikan. Namun, untuk beberapa yang memang membutuhkan perencanaan ataupun penganggaran kita tetap usulkan untuk menjadi pertimbangan. Tetapi, sampai hari ini, kita sudah memaksimalkan pelayanan dengan sumber daya dan peralatan yang sudah ada tentunya dengan selalu berkoordinasi dengan Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati,” ucapnya.

Semenjak Program Oto Dottoro Pemkab Wajo dilaunching tahun 2020, kini sudah ratusan kasus yang ditangani. Baik kasus kecelakaan lalu lintas, maupun menjemput warga yang butuh penanganan khusus di rumah sakit dan Puskemas. Sebagai langkah awal, Pemkab telah menyiapkan 5 unit Oto Dottoro yang dilengkapi peralatan yang modern, dan 1 unit ambulans Publik Safety Centre (PSC).

Baca Juga:  Di Forum UCLG ASPAC, Munafri Bongkar Bongkar Strategi Besar Makassar Atasi Sampah

Wilayah Kerja Oto Dottoro:
Oto Dottoro 1 di Puskesmas Keera untuk melayani wilayah kerja Puskesmas Pitumpanua, Keera, dan Salobulo

Oto Dottoro 2 di Puskesmas Majauleng melayani wilayah kerja Puskesmas Majauleng, Tosora, Gilireng, dan Wewangrewu

Oto Dottoro 3 di Puskesmas Pammana melayani wilayah kerja Puskesmas Pammana, Sabbangparu, Liu, Lempa, dan Solo

Oto Dottoro 4 di Puskesmas Maniangpajo melayani wilayah kerja Puskesmas Maniangpajo, Belawa, Sappa, dan Tanasitolo

Oto Dottoro 5 di Puskesmas Takkalalalla melayani wilayah kerja Puskesmas Takkalalla, Parigi, Sajoanging, dan Penrang

Mobil PSC melayani Puskesmas Tempe, Salewangeng, dan Pattirosompe. (syaf)

Editor: Manaf Rachman

Share :

Baca Juga

Advertorial

Anak Cucu La Patau Matanna Tikka Bakal Berkumpul di Bone, Haul ke-312 Disiapkan Meriah

Advertorial

Dosen FT UNM Gelar Pelatihan Artificial Intelligence (AI) bagi Guru IGTKI Kecamatan Pattallassang, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis Digital

Advertorial

Dosen UNM Dampingi Remaja Parambambe Kelola Sampah dengan Teknologi IoT

Advertorial

Tingkatkan Literasi Digital Siswa Sekolah Dasar: Dosen Fakultas Teknik UNM Gelar Pelatihan Coding Menggunakan Code.org

Advertorial

Wajo Benahi Data Pembangunan, Seluruh OPD Dikumpulkan di Diskominfotik

Advertorial

BPJS Ketenagakerjaan Salurkan Kredit Konstruksi Rp17,5 Miliar, Makin Mudahkan Peserta Miliki Rumah

Advertorial

Kominfotik Wajo Ikut Kerja Bakti Gerakan Indonesia Asri, Andi Musdalifah: Kebersihan Tanggung Jawab Bersama

Advertorial

Bupati Wajo Ingatkan ASN Tidak Live di Media Sosial Selama Jam Kerja