Multiple sclerosis
Menurut penelitian, seseorang dengan kadar vitamin D yang rendah berisiko terkena multiple sclerosis dan beberapa penyakit autoimun seperti artritis, penyakit tiroid, penyakit Crohn, psoriasis dan radang usus. Sebab, vitamin D turut memengaruhi sistem imunitas.
Depresi
Vitamin D diyakini turut berperan dalam perkembangan dan fungsi otak. Jika kadar vitamin D di dalam diri seseorang tinggi, risiko depresi akan berkurang. Sebaliknya, jika kadar vitamin D dalam dirinya rendah, risiko depresi serta gangguan saraf dan otak akan meningkat. Oleh karena itu, vitamin D juga penting untuk dikonsumsi sebagai salah satu nutrisi untuk mencegah depresi.
Mendapatkan Vitamin D secara Alami
Agar tidak terjangkit berbagai penyakit yang disebutkan di atas, Anda bisa mendapatkan vitamin D dari sumber-sumber berikut ini:
Sinar matahari
Ketika sinar matahari masuk ke dalam kulit, tubuh akan membuat vitamin D sendiri. Meski begitu, jangan terlalu lama berjemur di bawah sinar matahari dan jangan lupa memakai tabir surya agar kulit tidak terbakar. Berjemur di bawah sinar matahari juga diketahui dapat meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga banyak yang meyakini bahwa hal ini baik dilakukan untuk mencegah infeksi virus Corona.
Makanan
Selain dibentuk oleh tubuh dengan bantuan sinar matahari, vitamin D juga bisa didapatkan dari beberapa jenis makanan, misalnya ikan berminyak (salmon, sardin, makarel), telur, susu, jamur, hati sapi, minyak ikan cod, ikan tuna, dan yogurt.
Konsumsilah makanan dengan nutrisi seimbang dan berjemur di bawah matahari pada pagi hari, agar tubuh Anda bisa mendapatkan manfaat vitamin D secara maksimal. Yang tidak kalah penting, usahakan untuk selalu berolahraga, sehingga kondisi kesehatan Anda selalu terjaga.(Sumber: alodokter)
















