Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab utama tindak korupsi banyak terjadi di instansi pemerintah. Mereka yang tadinya berkarakter baik dipengaruhi oleh lingkungan sekitar yang buruk sehingga membuat karakter mereka menjadi buruk. Pengawasan dan penangkapan sudah sering dilakukan terhadap para koruptor oleh KPK, tetapi apabila penyebab dan sumber dari tindakan korupsi ini tidak diperbaiki maka usaha yang dilakukan KPK tidak akan memperbaiki kondisi korupsi di Indonesia.
Banyak orang yang mengatakan bahwa penegakan hukum di Indonesia terhadap korupsi yang masih lemah dan hukuman yang tidak berat terhadap para koruptor menyebabkan banyak pejabat publik yang tidak takut untuk melakukan korupsi. Akan tetapi, data dari corruption perceptions index menunjukkan bahwa Negara Cina yang menerapkan hukuman yang lebih berat terhadap koruptor dibandingkan Indonesia memiliki tingkat korupsi yang tidak jauh berbeda dengan Indonesia sendiri.
Singapura yang menerapkan hukuman yang lebih ringan dari Cina dapat menjadi salah satu negara dengan tingkat korupsi yang rendah karena para pejabat di singapura menjunjung tinggi nilai etika dan integritas.Dapat dikatakan dalam hal ini bahwa hukuman berat terhadap koruptor kurang efektif dalam menekan tindak korupsi. Sehingga yang perlu dibenarkan memang adalah karakter dan etika para pejabat publik itu sendiri.
Jadi yang terpenting disini bukan seberapa berat hukuman yang dapat diterapkan pemerintah Indonesia terhadap para koruptor, tetapi bagaimana pemerintah dapat memperbaiki etika dan moral karakter para pejabat negara.
Salah satu hal yang dapat dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini adalah dengan terlebih dahulu menanamkan budaya jujur dan beretika dalam sistem birokrasi negara. Etika merupakan hal yang penting dimiliki seseorang terutama para pejabat publik. Etika akan menuntun seseorang untuk melakukan hal yang baik dan menjauhi hal yang buruk tanpa diinstruksikan.
Walaupun Pemerintah sudah berupaya untuk mencegah tindak korupsi misalnya salah satunya adalah dengan memberikan insentif yang lebih tinggi kepada pejabat publik. Akan tetapi, hal ini tidak begitu efektif jika pada dasarnya para pejabat publik tidak punya etika karena nantinya mereka tidak akan pernah puas dengan apa yang dimiliki dan akhirnya berujung kepada korupsi lagi. Oleh karena itu etika sangatlah penting dimiliki oleh pejabat publik. Mereka harus punya pemikiran bahwa apa yang ia lakukan adalah untuk kepentingan masyarakat dan negara.(Adv)
Editor: Manaf Rachman

















