Pada suatu Akhir Desember, tepatnya malam tahun baru, Pak Margiono ulang tahun. Saya pasti selalu mengingatnya. Malam tahun baru identik dengan hujan deras, Saya terbiasa di rumah saja. Membaca, main gadget, atau apapun itu. Tiba-tiba Bu Chinta, istri Pak Margiono yang cantik menelepon saya. “Main ke sini dong, Kak. Di hotel.” Jarak rumah saya memang dekat. Kalau jalan tol lancar, sekitar tujuh menit, Kata teman saya, sekali injak gas, tiba.
Saya mengira itu hanya ajakan ngopi seperti biasanya, saya bergegas memakai jeans, tanpa make-up kecuali pulasan lip gloss. Begitu sampai di tujuan, dari kejauhan ballroom di sebelah Swissbell terlihat ramai. Sepertinya ada pesta. Saya memilih duduk di café yang berada di depan hotel karena pakaian saya tidak pantas untuk hadir di pesta. Bersantai, menghirup coklat panas dan mengurungkan niat untuk bertemu. Saya kirim pesan via WhatsApp “Ngopinya besok aja, Say.”
Tidak lama kemudian ternyata, Pak Kiki Iswara didaulat menghampiri dan mengajak kami, saya dan suami untuk memasuki ruangan. Meski memakai jeans belel, akhirnya ikut dalam Gala Dinner Malam Tahun Baru yang meriah. Bahkan kami duduk di meja kehormatan bersama tuan rumah. Begitu hitung mundur mencapai angka 0, semua hadirin berteriak, Selamat Tahun Baru, Selamat Ulang Tahun, Pak Margiono. Musikpun berbunyi, balon bertebaran, suasana gembira.
Luar biasa dan mengharukan. Acara yang digagas keluarganya itu ditanggapi dengan penuh kebahagiaan oleh Pak Margiono. Dia menerima ucapan selamat dengan wajah riang meski dia kadang begitu sederhana.
Kini Pak Margiono sudah pergi. Selamat jalan. Jasanya banyak. Sedekahnya banyak. Surga sudah menunggumu.(***)
Ciputat 2 Februari 2022
















