“Akan tetapi, dengan jiwa dan semangat nilai-nilai budaya Wajo yang masih mengalir di urat nadi orang-orang Wajo, kita mampu bangkit bergerak menuju kemajuan dan kesejahteraan,” ucapnya di depan Gubernur Sulsel.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Wajo dalam bahasa daerah menekankan bahwa kebersamaan sebagai nilai budaya “Yassiwajori” dan “Rebba Sipatokkong, Mali’ Siparappe’, Sirui’ Menre’ Tessirui’ No’, Malilu Sipakainge Mainge’pi Mupaja” merupakan sebagian dari landasan kearifan lokal yang telah ditanamkan oleh pendiri Wajo 623 tahun yang lalu.
Sekadar diketahui, selain dari Pemprov Sulsel, Wajo juga menerima bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) penanganan korban bencana alam senilai Rp450 juta dan bantuan PBI JKN APBN Rp1,2 miliar, bantuan kepada korban sebanyak Rp15 juta, bantuan CSR PT Bank Sulselbar berupa pengadaan gerobak jualan dan prasarana tahap II serta bangku untuk kawasan RTH Taman Calaccu Rp345 juta.
Lalu, Bantuan Bank Mandiri berupa pengelolaan sampah Rp200 juta. Dari Pemprov Sulsel juga ada bantuan benih padi sebanyak 150 ton untuk 248 kelompok tani seluas 6.000 hektare, bantuan benih jagung hibrida 2.250 kilogram untuk tujuh kelompok tani seluas 150 hektare, dan bantuan traktor roda empat untuk Kelompok Tani Mappadaelo II. (MAN)
Editor: Sudirman
















