Pembagian dipusatkan di kecamatan. Dana untuk 40 ton beras itu mencapai Rp 400 juta.
“Jadi, Rp400 juta dari beras 40 ton tersebut ditambah Rp 612 juta, maka jumlah keseluruhan mencapai Rp1 miliar lebih. Anggaran itu diluar zakat mal yang jumlahnya ratusan juta rupiah,” ujar ATM, sapaan akrab pria Makassar, kelahiran Takalar ini.
Sementara H.Jurlan Em Saho’as. Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Makassar, penyaluran uang tunai bagi kaum dhuafa itu berlangsung hingga Jumat, 20 Mei 2022 akan datang.
“BAZNAS salurkan uang tunia ini benar benar tepat sasaran. Setiap penerima sesuai dengan data, sesuai KTP, atau KK. Mereka adalah benar benar penduduk Kota Makassar. Data penerima ini datangnya dari bagian KESRA kelurahan, kerjasama BAZNAS, termasuk hasil asesmen,” ujar H.Jurlan.
“Sebenarnya, dana yang digunakan untuk penyaluran dana miliaran rupiah kepada kum dhuafa, Jurlan mengaku berasal dari donasi para Muzakki di kota Makassar Sulsel. (D. Pattisahusiwa)
Editor: Ismail Asnawi
















