Home / Sulsel

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:54 WIB

SMPN 6 dan SMPN 3 Jadi Magnet Pendaftar SPMB 2026, Tim Verifikasi Diperkuat

LINTASCELEBES.COM MAKASSAR — Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 6 Makassar dan SMP Negeri 3 Makassar kembali membuktikan diri sebagai magnet pendaftar pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026.

Membludaknya jumlah calon peserta didik yang mendaftar di kedua sekolah favorit itu membuat Dinas Pendidikan Kota Makassar melakukan penguatan tim verifikasi sekaligus pemantauan langsung guna memastikan seluruh tahapan seleksi berlangsung adil, transparan, dan tepat waktu.

Hal itu, terlihat saat Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melakukan pemantauan langsung proses verifikasi pendaftaran SPMB Tahun 2026 di sekolah tersebut, Rabu (17/6/2026).

Kepala SMPN 6 Makassar, Andi Mindarwati, mengungkapkan bahwa sejak dibukanya pendaftaran jalur prestasi, afirmasi, mutasi, dan prestasi non-akademik.

Jumlah pendaftar terus meningkat karena seluruh calon peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing masuk ke salah satu sekolah favorit di Kota Makassar tersebut.

“Untuk tahun 2026 ini,memang pendaftarnya sangat banyak, khususnya pada jalur prestasi. Semua anak memiliki peluang yang sama untuk masuk di SMPN 6 sehingga jumlah pendaftar meningkat cukup signifikan,” ujar Andi Mindarwati.

Ia mengakui pada awal proses pendaftaran sempat terjadi kendala dalam tahapan verifikasi berkas, namun berjalan aman.

Apalagi lamanya waktu yang dibutuhkan untuk memeriksa dokumen setiap calon siswa menyebabkan antrean verifikasi sempat menumpuk.

Namun, kondisi tersebut berhasil diatasi melalui koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Makassar dengan menambah jumlah petugas verifikasi.

“Awalnya verifikator kami hanya tujuh orang. Karena jumlah pendaftar sangat banyak, kami menambah tiga verifikator lagi sehingga total menjadi 10 orang. Langkah ini dilakukan agar proses verifikasi berjalan lebih lancar dan cepat,” jelasnya.

Baca Juga:  Appi-Aliyah Ajak Pengurus HIPMI Jadi Motor Penggerak Ekonomi dan Pembangunan Kota

Menurutnya, penambahan personel terbukti efektif mempercepat proses validasi dokumen.

Hingga hari terakhir pendaftaran, sebagian besar berkas telah berhasil diverifikasi dan masuk dalam sistem perangkingan.

“Alhamdulillah kendala yang sempat terjadi sudah bisa kami atasi, saat ini sudah lebih dari 400 berkas yang tervalidasi dan masuk dalam sistem perangkingan sehingga orang tua dapat melihat posisi anaknya secara langsung,” katanya.

Berdasarkan data yang tercatat di sistem pada hari terakhir pendaftaran, jumlah pendaftar jalur non-domisili di SMPN 6 Makassar mencapai 578 orang.

Jumlah tersebut merupakan gabungan dari pendaftar jalur prestasi akademik, prestasi non-akademik, afirmasi, dan mutasi.

Dari total pendaftar tersebut, sekolah telah menyelesaikan validasi terhadap 474 berkas, sementara 45 berkas masih menunggu verifikasi, 5 berkas sedang diverifikasi, dan 9 berkas menunggu proses validasi akhir.

“Insya Allah tidak sampai larut malam semua proses verifikasi bisa kami tuntaskan sehingga seluruh siswa yang mendaftar dapat tervalidasi dan mengetahui posisi mereka dalam perangkingan,” ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa proses verifikasi membutuhkan ketelitian tinggi karena petugas harus memastikan seluruh dokumen yang diunggah sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang berlaku.

Tidak jarang ditemukan berkas yang masih memerlukan perbaikan sehingga pihak sekolah harus menghubungi orang tua untuk melengkapi atau memperbaiki dokumen yang telah diunggah.

Baca Juga:  Makassar Tuan Rumah Sidang Majelis Sinode Gereja Kibaid 2025, Diikuti 27 Provinsi di Indonesia

“Kami berusaha membantu masyarakat apabila ada kesalahan atau kekurangan dokumen,” tuturnya.

“Karena tidak semua orang tua memahami mana berkas yang valid dan mana yang perlu diperbaiki,” lanjutanya.

Untuk membantu calon peserta didik dan orang tua selama proses pendaftaran berlangsung, SMPN 6 Makassar menyiagakan tim Help Desk yang bertugas memberikan pendampingan terkait berbagai kendala teknis.

Layanan tersebut mencakup bantuan saat login ke sistem, proses pendaftaran online, hingga konsultasi mengenai persyaratan administrasi yang harus dipenuhi.

Andi Mindarwati menyebutkan, meskipun setiap hari masih ada masyarakat yang datang langsung ke sekolah, jumlahnya tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari masifnya sosialisasi yang dilakukan Dinas Pendidikan Kota Makassar maupun pihak sekolah melalui berbagai platform digital.

Pengetahuan masyarakat tahun ini jauh lebih baik karena sosialisasi sudah berjalan maksimal. Kami juga membagikan video panduan dan informasi melalui paguyuban orang tua sehingga mereka bisa mempelajari proses pendaftaran secara mandiri,” tuturnya.

SMPN 6 Makassar tahun ini memperoleh kebijakan khusus terkait kuota jalur prestasi akademik.

Jika sebagian besar sekolah hanya mendapatkan alokasi sekitar 30 persen, SMPN 6 memperoleh tambahan menjadi 35 persen dari total kuota penerimaan.

Menurut Andi Mindarwati, kebijakan tersebut diberikan karena posisi SMPN 6 berada di kawasan tengah kota sehingga dinilai perlu memberikan ruang yang lebih luas bagi siswa berprestasi dari berbagai wilayah.

Share :

Baca Juga

Sulsel

Dampingi Wali Kota Tinjau SPMB, Disdik Makassar Pastikan Verifikasi SPMB Rampung Tepat Waktu

Sulsel

Bupati Daeng Manye Bayarkan TPP dan Gaji ke-13 ASN Lingkup Pemkab Takalar

Sulsel

Pantau Verifikasi SPMB 2026, Wali Kota Munafri Tegaskan Tak Ada Ruang untuk Titipan dan Calo

Sulsel

Lantik 47 Kepala Puskesmas Definitif, Munafri: Perkuat Garda Terdepan Layanan Kesehatan

SOPPENG

Gubernur dan Wabup Soppeng Sambut Kedatangan Jamaah Haji Kloter 21

Sulsel

Nasaruddin Umar: Indonesia Siap Jadi Pusat Dialog Imam Dunia, IGIC 2026 Angkat Peran Masjid untuk Perdamaian Global

Sulsel

Layanan Laparoscopy Resmi Hadir di RSUD Siwa, Sekretaris Komisi IV DPRD Wajo Apresiasi Terobosan Kesehatan Modern

Sulsel

Bupati Wajo Tinjau Lokasi Rawan Longsor di Jalan Srikaya Sengkang