Home / Sulsel

Rabu, 29 Juni 2022 - 15:24 WIB

Kerja Sama NFA, Wajo Kirim 162 Ton Cabai ke Berbagai Daerah di Indonesia

MEDIASINERGI.CO WAJO — Kenaikan harga cabai membawa angin segar untuk Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kini bekerja sama Badan Pangan Nasional (Bapanas) atau National Food Agency (NFA) untuk pemasaran cabai dari Wajo ke berbagai daerah di Indonesia.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Wajo, Ashar, mengungkapkan sejak 16 Juni 2022 lalu pihaknya sudah memfasilitasi pengiriman ke luar Sulawesi, seperti Jakarta, Surabaya, Sumatra, Papua, dan Kalimantan Timur.

“Jadi harga cabai dibeli dari petani sesuai dengan harga pasar yaitu Rp50.000-Rp60.000 per kilogrammya. Kemudian biaya transportasinya (logistik) menuju daerah tujuan ditanggung oleh Bapanas. Ini dilakukan dalam rangka stabilisasi harga khususnya di wilayah yang defisit,” ucap Ashar, Rabu (29/6/2022).

Berdasarkan data di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Wajo, realisasi tanaman cabai per 27 Juni 2022 di Wajo, yakni luas tanam 377 hektare dan luas panen 972 hektare dengan produksi 1,278 ton per hektare atau total produksi 1.244 ton.

“Dari jumlah produksi cabai tersebut, sejak bulan Mei sampai Juni ini, 162 ton sudah kita kirimkan ke Jakarta, Surabaya, Sumatra, Papua, dan Kalimantan Timur. Sebanyak 18,2 ton yang telah dikirim di antaranya dikerjasamakan dengan Bapanas sejak tanggal 16-27 Juni kemarin,” beber Ashar.

Ashar menuturkan per 28 Juni 2022 kemarin, Bapanas meningkatkan permintaan cabainya untuk Wajo menjadi lima ton per hari. Jumlah itu harus disiapkan dan dikirim. Pihaknya pun mengajak masyarakat untuk bisa menjadikan tanaman cabai sebagai salah satu pilihan komoditas budi daya.

“Apalagi jika dikembangkan dengan konsep pertanian terpadu yang merupakan salah satu program prioritas Bapak Bupati (Amran Mahmud) dan Bapak Wakil Bupati (Amran). Kombinasi tanaman cabai bersama beberapa komoditas lainnya ini tentu akan meningkatkan produktivitas pertanian serta meningkatkan perekonomian masyarakat. Kita juga tidak perlu takut karena permintaan akan cabai terus meningkat,” terang Ashar.

Dilansir dari Antara, Kepala Bapanas/NFA, Arief Prasetyo Adi, sebelumnya mengatakan Bapanas akan memfasilitasi pendistribusian cabai rawit merah dan bawang merah dari wilayah surplus ke wilayah defisit. Ini dilakukan sebagai sebagai upaya stabilisasi harga komoditas pangan, khususnya cabai rawit merah dan bawang merah.

Komoditas pangan cabai merah keriting mengalami kenaikan dengan rata-rata nasional Rp61.217 per kilogram, cabai rawit merah Rp78.250 per kilogram, dan bawang merah Rp45.122 per kilogram, bahkan komoditas cabai di harga eceran tembus Rp95.000 per kilogram hingga Rp100.000-an per kilogram.

Sumber cabai rawit merah yang harganya paling murah saat ini ada di Sulsel dengan harga di tingkat petani kisaran Rp50.000 – 55.000 per kilogram. Bapanas akan memfasilitasi distribusi logistik untuk suplai pasokan cabai dari petani atau gabungan kelompok tani (Gapoktan) asal Wajo ke pasar induk di Jakarta dan sekitarnya, antara lain Pasar Induk Kramat Jati, Pasar Induk Tanah Tinggi, dan Pasar Induk Cibitung.(saf)

Editor: Manaf Rachman

Ditulis oleh Hamzah Sinergi

Wartawan resmi mediasinergi.co. Specialist konten berita, pendidikan, kesehatan, dan olahraga

Share :

Baca Juga

Sulsel

Munafri: Pajak Bukan Sekadar Penerimaan, tapi Jalan Mewujudkan Kesejahteraan Warga

Sulsel

FORKOT Makassar 2026 Libatkan 15 Kecamatan, Target Olahraga Rekreasi Jadi Budaya Warga

Sulsel

Munafri: Pendidikan Berkualitas Tak Hanya Soal Infrastruktur, SDM dan Adaptasi Jadi Kunci

Sulsel

Buka Konkerprov II PGRI Sulsel, Pemprov Tekankan Pentingnya Peran Pendidik dan Kepastian PPPK

PINRANG

Sekda Pinrang Calo Kerrang, Bidan Memiliki Peran Strategis dalam Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat

Sulsel

Mengabdi 22 Tahun, Bupati Takalar Lepas Sekda Muhammad Hasbi Pindah Tugas ke Pemkot Makassar

Sulsel

JSI Baca Perpindahan Appi ke Demokrat: Bukan Sekadar Ganti Jaket, Peta Politik Sulsel Bisa Bergeser

Sulsel

Pendekatan Humanis, Pemkot Makassar Bantu Relokasi Ternak Babi di Panakkukang ke Lokasi Steril

Tinggalkan Komentar