“Semua akomodasi ditanggung oleh perusahaan dengan gaji per bulan masing-masing Rp6 juta lebih. Jika ada yang berminat bisa menghubungi Kepala Dinas Nakertrans Kabupaten Wajo. Saat ini kita sedang susun draf MoU (memorandum of understanding) untuk kerja samanya,” ungkap Amran Mahmud.
Sebelumnya, mewakili Kepala BLK Makassar, Bahar Hasyim, menyampaikan bahwa sebenarnya nama BLK Makassar sudah berganti nama menjadi Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktifitas (BBPVP). Namun, BLK masih pebih dikenal oleh para pencari kerja atau pencari tempat untuk pelatihan kerja.
“Pelatihan ini merupakan satu langkah awal bagi adik-adik sekalian untuk masuk dunia kerja ataupun usaha mandiri. 3 Komponen yang harus dimiliki yaitu Sikap, Knowledge dan Keterampilan,” ucapnya.
Sementara, Kepala BLK Wajo, Ahmad Adam, menyampaikan bahwa untuk Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahap II 2022 ini diikuti 80 peserta yang terdiri atas lima paket kejuruan, yaitu menjahit dengan mesin, tata rias kecantikan, teknik otomotif, teknik las, dan teknisi pendingin AC residential.
Ahmad Adam juga melaporkan dalam rangka penciptaan tenaga kerja yang terampil dan siap kerja, pihaknya menggandeng dan bekerja sama empat lembaga sekaligus, yaitu Universitas Puangrimaggalatung (Uniprima) Sengkang, Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Wajo, Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Wajo, dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Wajo.
Turut hadir pada kesempatan ini, legislator DPRD Wajo, Agustan Ranreng, mewakili Kepala BLK Makassar, Bahar Hasyim, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Wajo, Syahran, Wakil Rektor 1 Uniprima Sengkang, Hasbi Abbas, Kepala SPNF SKB Wajo, Andi Taufik, Ketua Gapensi Wajo, Syarifuddin, dan Wakil Ketua Kadin Wajo, Yusran Yusuf, serta para peserta pelatihan dan undangan lainnya.(Saf)
Editor: Manaf Rachman
















