MEDIASINERGI.CO WAJO — Ratusan masyarakat dari Empat Kecamatan melakukan aspirasi di DPRD Wajo Kamis (6/10/22). Aspirasi ratusan masyarakat petani dan nelayan tersebut didampingi Majelis pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Wajo.
Warga yang datang merupakan warga pesisir Danau Tempe dari Kecamatan Sabbangparu, Tempe, Tanasitolo, dan Belawa yang terdampak dari adanya Bendung Gerak Tempe. Aspirasi tersebut diterima Anggota DPRD Wajo H. Moh. Ridwan Angka.
Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Wajo, Abdul Rahim dalam orasinya mengungkapkan, sejak adanya Bendung Gerak Tempe yang selesai dibangun pada tahun 2012 lalu, sangat merugikan petani dan nelayan di pesisir Danau Tempe.
Dikatakan, kerugian (gagal panen) masyarakat pesisir danau tempe sudah berlangsung 9 tahun. Data tahun 2022, ada sekitar 7.716 hektare lahan persawahan yang terdapat di empat kecamatan sudah tergenang dan tidak dapat diolah lagi oleh petani.
“Kalau petani menghasilkan 5 ton perhektar dikali dengan luas lahan yang tergenang air ilai harga gabah, maka kerugian petani ditaksir mencapai Rp165 miliar per tiap kali panen,” kata Abdul Rahim.
Dia menuturkan, kerugian itu merupakan dampak besar dari Bendung Gerak Tempe yang sampai saat ini tidak dirasakan manfaatnya oleh warga.
















