Amran menjelaskan, salah satu upaya untuk membentengi generasi muda dari narkoba adalah dengan Al-Qur’an. Pemkab Wajo melalui Gerakan Masjid Cantik (Gemantik) yang mendorong generasi muda untuk belajar bahkan menghafal Al-Qur’an.
“Berdasarkan data, saat ini jumlah pondok tahfiz di Kabupaten Wajo sudah 70 pondok dengan 3.000 anak yang sedang menghafal. Ini terus kita dorong sebagai salah satu upaya agar anak-anak kita tidak tersentuh narkoba,” ucapnya.
Kepala daerah yang dikenal peduli dengan masyarakatnya ini juga mengajak kepada para orang tua agar tidak takut melaporkan atau menyampaikan jika menemukan indikasi anaknya tersentuh narkoba. Misalnya, muka pucat, kontrol emosi tidak normal, maupun indikasi lainnya.
“Penanganan kita sekarang itu melalui pendekatan rehabilitasi. Jadi, tidak perlu takut untuk menyampaikan kepada kami,” pesannya.
Tak lupa, Amran Mahmud juga mengapresiasi Rektor IAI As’adiyah bersama seluruh civitas academica dari berbagai tingkatan pendidikan atas pelaksanaan deklarasi ini. “Kita berharap dengan kolaborasi semua pihak, kita akan bisa mewujudkan Wajo Bersinar, Bersih Narkoba,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan penandatanganan deklarasi Sekolah Bersinar oleh Bupati Wajo, Forkopimda, Rektor IAI As’adiyah Sengkang, dan perwakilan yang hadir.(Saf)
Editor: Manaf Rachman
















