Imran menyebut ada empat kriteria penilaian yang dilakukan Direktorat Perbenihan Tanaman Pangan. Pertama produktovitas UPT, kedua serapan anggaran, ketiga Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan keempat hubungan dan koordinasi dengan pusat.
“Yang paling menjadi pertimbangan utama ini bahwa Sulsel mampu menjaga over stok beras 2 juta ton, ini tidak terlepas dari program mandiri benih yang dicanangkan Pak Gubernur Andi Sudirman Sulaiman,” jelas Imran.
Program Mandiri Benih, kata Imran, mendapat apresiasi dari Kementerian Pertanian karena berhasil menciptakan benih unggul dan berkualitas. Selain itu mendukung upaya swasembada benih di daerah.
Untuk tahun depan, Imran mengungkapkan UPT Balai Benih Sulsel akan didorong jadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sesuai saran Gubernur Sulsel.
“Jadi pengelolaan balai benih di Sulsel, tahun depan ingin jadi BLUD. Ini adalah terobosan yang sangat diapresiasi oleh pemerintah pusat, sehingga kita lebih profesional dalam mengelola,” pungkasnya.(*)
















