Amran berharap program kemanusiaan AMCF dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo bisa terus berjalan dan bantuan kemanusiaan bisa tetap tersalurkan bagi masyarakat Wajo.
“Kita juga berharap dukungan AMCF untuk pembangunan sarana ibadah dan sarana sosial serta penanggulangan banjir,” harapnya.
Sementara, Rektor Unismuh Makassar, Ambo Asse, yang juga Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Sulawesi Selatan (Sulse) menyambut baik usulan-usulan program pemerintah daerah yang ditawarkan, khususnya yang terkait langsung pada aspek pendidikan dan keagamaan.
“Apa yang menjadi perhatian pemerintah daerah menjadi bagian penting bagi program Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah di Sulsel. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel juga telah menjadi mitra pemerintah daerah selama ini,” ucap Ambo Asse.
Sebagai informasi, Syekh Khoory sejak 1992 telah menjadi relawan di Indonesia di bawah organisasi internasional, Daarul Birr Society, yang kemudian bertransformasi menjadi AMCF pada 2002 dan berbadan hukum resmi di Indonesia.
Selama beraktivitas di Indonesia, Syekh Khoory banyak membantu pemerintah dalam pengembangan proyek infrastruktur, khususnya sarana ibadah dan sosial kemasyarakatan.
Selain itu, pengembangan sumber daya manusia (SDM) bidang pendidikan, dakwah, dan kemanusiaan juga menjadi perhatian, khususnya dalam pengembangan lembaga bahasa Arab dan studi Islam di Indonesia.
Program-program itu terlaksana bekerja sama dengan tiga organisasi besar keagamaan di Indonesia, yaitu Muhammadiyah, Persis, dan Al Irsyad.
Sejumlah proyek infrastruktur yang telah dibangun AMCF, yaitu 1.313 Masjid, 20 ma’had, 8 kapal kemanusiaan, 4 pusat kemanusiaan, 26 sekolah, 100 panti asuhan, 27 klinik kesehatan, 9 stasiun radio, dan 129 program strategis lainnya yang dibutuhkan masyarakat.(Saf)
Editor: Manaf Rachman
















