Lebih lanjut, Alawamy menjelaskan, sebagian besar makanan padat kalori tersebut antara lain jus, smoothies, dan es krim.
“Tentunya, kamu bisa membuat smoothie (minuman buah) yang seimbang dan bernutrisi tinggi, tapi kebanyakan orang menggunakan buah beku, menambahkan gula atau es krim, dan tidak memasukkan banyak serat ke dalam campuran itu,” ujarnya.
Saat bulan Ramadan juga mulai banyak yang berhenti berolahraga, namun Alawamy mengatakan ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan olahraga ringan.
“Ini (Ramadan) adalah kesempatan yang sangat baik bagi kebanyakan orang untuk melakukan latihan tingkat intensitas rendah, misalnya jalan kaki normal atau jalan cepat serta peregangan dan yoga,” katanya.
Tak hanya itu, menjaga tidur juga penting di bulan Ramadan. Di banyak belahan dunia, banyak yang tidurnya terganggu karena tradisi menghabiskan larut malam bersama keluarga dan teman.
Sebagian orang memanfaatkan Ramadan sebagai waktu untuk secara drastis mengurangi asupan makanan namun menurunkan berat badan terlalu cepat berpotensi membahayakan tubuh.
Oleh karena itu, penting untuk menemukan keseimbangan tertentu dalam hal kualitas dan kuantitas makanan yang dikonsumsi, agar tubuh tetap bisa beraktifitas, dan mengatur jadwal tidur dengan baik.(nenden pupu)
















