Home / Internasional

Jumat, 21 April 2023 - 09:49 WIB

Matangkan Skema JETP, PLN Gandeng IEA Jalankan Roadmap Transisi Energi

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, Melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Executive Director of IEA, Fatih Birol, Rabu 19 April 2023

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, Melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Executive Director of IEA, Fatih Birol, Rabu 19 April 2023

MEDIASINERGI.CO PARIS — PT. PLN (Persero) menggandeng International Energy Agency (IEA) untuk mematangkan Just Energy Transition Partnership Investment and Policy Plan (JETP IPP) dalam mengakselerasi transisi energi Indonesia. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara kedua belah pihak, Rabu 19 April 2023.

IEA merupakan lembaga independen profesional yang menjadi rujukan dunia terkait analisis, data, rekomendasi kebijakan, solusi pembangunan ketahanan energi, ekonomi berkelanjutan dan pembangunan lingkungan.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menjelaskan kerja sama kedua lembaga ini sudah terjalin lama dan kolaborasi kali ini khusus dalam mencapai target pengurangan emisi karbon dunia, PLN dan IEA memperkuat kerja sama.

“Kami memiliki visi yang sama untuk menyongsong masa depan. Masa depan energi berkelanjutan, yang membawa kemakmuran dan kemuliaan bagi bangsa dan dunia,” ujar Darmawan.

Baca Juga:  Dua Bakal Paslon Memenuhi Syarat Administrasi, Bawaslu Wajo Lakukan Pengawasan Melekat

Darmawan juga menambahkan, dalam menjalankan proyek transisi energi banyak tantangan. Salah satu tantangannya adalah proyeksi pertumbuhan permintaan listrik dan juga kondisi demand di Indonesia yang dinamis. Tantangan ini perlu diselesaikan dengan kolaborasi.

“PLN dan IEA akan menjadi pionir, menunjukkan kepada dunia bahwa roadmap transisi energi dapat dibangun melalui kolaborasi. Dapat dibangun secara komprehensif dari hulu ke hilir,” ungkap Darmawan.

Pada 2030 mendatang, tantangan emisi karbon pada sektor ketenagalistrikan yang dikelola PLN, akan mencapai 433 juta ton pada skenario business as usual. Upaya pada RUPTL 2021-2030 akan menurunkan emisi menjadi 335 juta metrik ton CO2, yang menjadi landasan untuk bisa mencapai target net zero emission (NZE) pada 2060. Upaya pencapaian NZE tersebut memerlukan langkah-langkah akselerasi antara lain dengan menggaet pendanaan yang murah untuk mendanai investasi yang besar.

Baca Juga:  Pimpin Apel Pagi di Akhir Tahun, Danny Pomanto: Mari Songsong 2025 Demi Pemerintahan yang Lebih Baik

“Kami memiliki tujuan bersama, yaitu mencapai net zero emissions. Yang kami butuhkan adalah mengkonsolidasikan tiap langkah,” tegas Darmawan.

Indonesia sebagai negara kepulauan juga dinilai IEA perlu meningkatkan interkoneksi sistem kelistrikan. Hal ini penting untuk menjamin akses listrik yang merata bagi seluruh masyarakat.

Dengan sistem interkoneksi yang andal akan berpengaruh pada harga listrik yang terjangkau bagi masyarakat.

Share :

Baca Juga

Internasional

Menaker Yassierli Usulkan BRICS Petakan Kebutuhan Keterampilan Masa Depan

Internasional

Delegasi CAJ Kunjungi Toko Roti Legendaris Fung Wong, Melvin Chan Jaga Warisan Rasa Sejak 1909

Internasional

Presidenz CAJ Atal S Depari Dalam Sidang Umum ke-21 di Kuala Lumpur Perkuat Solidaritas Jurnalis ASEAN

Internasional

Pidato Perdana Mojtaba Khamenei Langsung “Tembak” AS, Semua Pangkalan Ditutup

Internasional

Konflik Timur Tengah Picu Pembatalan Penerbangan Massal oleh Puluhan Maskapai

Internasional

Amir Saeid Iravani Wakil Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa: Tujuan AS ganti rezim langgar kedaulatan republik

Internasional

KBRI Riyadh imbau WNI lebih waspada situasi di Timur Tengah

Internasional

Dari ASCC 2025, Makassar Capai Babak Baru Kerja Sama Internasional dengan Yokohama