“Bayangkan jika meningkat 1 ton saja produksi kita per hektare itu sekitar Rp4 juta peningkatannya. Kita berharap 5 tahun atau beberapa tahun ke depannya Wajo bisa menjadi penyangga ketahanan pangan nasional bahkan dunia,” ucapnya.
Dan, lanjutnya, itu harus diawali dengan data pertanian yang berkulitas melalui sensus pertanian yang berkualitas.”Selamat bertugas kepada para petugas sensus pertanian 2023,” ucapnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Wajo, Rustam menjelaskan bahwa Sensus pertanian 2023 merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia yang terdiri rangkaian tahapan kegiatan yang diawali dengan persiapan, pengumpulan data, pengolahan data, penyajian dan analisis data. Kegiatan ST2023 telah dimulai sejak tahun 2021 dan direncanakan seluruh kegiatan berakhir pada tahun 2024.
“Pada tahun 2023 ini, kegiatan yang dilaksanakan yaitu antara lain, publisitas, penetapan kerangka geospasial dan muatan wilkerstat, rekrutmen dan pelatihan petugas, pencacahan lengkap, pengolahan, monitoring kualitas, post enumeration survey dan beberapa kegiatan lainnya,” ucapnya.
Rustam juga mengucapkan terima kasih atas kesediaan Bupati Wajo untuk membuka kegiatan teesebut, serta seluruh Kepala OPD, Camat dan undangan yang hadir.(Syaf)
Editor: Manaf Rachman
















