MEDIASINERGI.CO — Buang air kecil menjadi aktivitas normal yang dilakukan tiap harinya. Bagi tubuh, buang air kecil menjadi sarana untuk membuang racun, serta zat lain yang tidak dibutuhkan, keluar dari tubuh. Namun, ada beberapa kebiasaan saat buang air kecil yang justru dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Salah satunya adalah kebiasaan menahan pipis terlalu lama. Ini dilakukan dengan berbagai alasan, mulai dari situasi yang tidak memungkinkan ke kamar kecil hingga mager alias males gerak. Faktanya, jika dilakukan terlalu sering, kebiasaan ini justru bisa berbahaya bagi tubuh.
Ahli urologi, Evan Goldfischer, mengibaratkannya sebagai kolam yang menggenang lalu ditumbuhi alga dan bakteri. Pasalnya, menahan pipis dapat membuat kandung kemih menjadi sarang infeksi jika terlalu lama menampung urine.
“Tidak seperti yang selama ini diyakini, urine tidak steril,” katanya kepada Today.com.
Jika memiliki salah satu dari kondisi berikut, menahan pipis dapat meningkatkan risiko infeksi atau penyakit ginjal:
Pembesaran prostat
Kandung kemih neurogenic
Gangguan ginjal
Retensi urine
Wanita yang sedang hamil sudah berisiko lebih tinggi terkena infeksi saluran kemih (ISK). Jika sedang hamil, menahan kencing dapat semakin meningkatkan risiko ini.
Selain itu, beberapa kebiasaan buruk lainnya adalah:
1. Tidak tuntas
Sama seperti menahan pipis, tidak tuntas saat pipis juga menyisakan ‘genangan’ yang menjadi sarang bagi mikroba untuk berkembang dan meningkatkan risiko infeksi.
Meski demikian, pipis tidak tuntas tidak selalu disengaja, ada juga penyebab yang kerap tidak disadari yakni retensi urine. Penyebabnya antara lain sumbatan, efek obat-obatan tertentu, dan juga infeksi.
















