LINTASCELEBES.COM WAJO — Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyalurkan sebanyak Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) kepada 7.500 rumah tangga tidak mampu di Provinsi Sulawesi Selatan. Dari jumlah tersebut, 1.773 di antaranya berada di Kabupaten Wajo yang tersebar di 12 kecamatan.
Hal tersebut disampaikan Koordinator Perencanaan Transmisi Tenaga Listrik Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Muhadi pada Peresmian dan Penyalaan Pertama Program BPBL di Wajo, Sulawesi Selatan, Sabtu (11/11/2023).
“Rencana penerima BPBL di Kabupaten Wajo pada tahun ini sebanyak 1.773 rumah tangga yang tersebar di 12 kecamatan. Sampai dengan tanggal 3 November 2023 telah menyala sebanyak 1.668 sambungan rumah tangga,” ujar Muhadi.
Muhadi menjelaskan bahwa selain meningkatkan rasio elektrifikasi, program BPBL juga diharapkan dapat meningkatkan kemandirian dan menjamin keselamatan ketenagalistrikan.
“Dengan memiliki akses listrik sendiri, masyarakat penerima manfaat BPBL diharapkan tidak lagi tergantung penyediaan listrik dari tetangga. Seperti kita ketahui, yang seperti itu (menyambung) belum dipasang grounding (listriknya) padahal itu sangat penting bagi keselamatan ketenagalistrikan,” jelas Muhadi.
Dalam kesempatan yang sama, anggota Komisi VII DPR RI Andi Yuliani Paris mengapresiasi program BPBL sebagai salah satu aspirasi yang memperhatikan masyarakat kurang mampu.
“Program BPBL ini betul-betul bisa membantu masyarakat, saya lihat penerima BPBL ini ada orang tua yang tinggal sendiri atau berdua sama cucunya, itu yang kami bantu. Program ini akan diteruskan agar semua warga Wajo dapat menikmati listrik” kata Andi.
Executive Vice President Niaga dan Pemasaran PT PLN (Persero) Fintje Lumembang menyatakan bahwa PT. PLN (Persero) terus berkomitmen untuk menjalankan tugas dari pemerintah untuk memberikan BPBL.
















