“PLN berkomitmen untuk bersinergi dan melaksanakan tugas dari Kementerian ESDM untuk melaksanakan BPBL kepada masyarakat. Mungkin klo di Wajo terkenal dengan tenun, ibu-ibu bisa menenun dengan diterangi listrik, sehingga memberikan yang lebih bermanfaat lagi,” ujar Fintje.
Rasa Syukur atas Bantuan Listrik
Bupati Wajo Amran Mahmud menyampaikan bahwa program BPBL ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di Wajo.
“Dulu waktu saya dilantik, hampir 5.000 warga Wajo belum punya listrik. Alhamdulilah dengan bantuan Kementerian ESDM tahun ini dan tahun sebelumnya sekarang tinggal 1.000 saja. Coba bayangkan berapa banyak saudara-saudara kita yang tertolong dapat memiliki listrik tanpa membayar biayanya,” ungkap Amran.
Amirus (43 tahun) warga Kelurahan Sitampae Kabupaten Wajo yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek bentor menyatakan bahwa selama 5 tahun ini ia menyalur listrik dari rumah mertuanya. Dirinya mengaku senang dan lebih nyaman dengan listrik sendiri.
“Enakan sekarang bisa pake listrik sendiri lebih bebas, dulu terbatas. Dulu pembayarannya banyak 100 ribu lebih, skrg isi 50rb sebulan belum habis,” ujar Amirus.
Jeky Cakra (28 tahun) yang juga menerima bantuan Program BPBL bercerita ia menyalur listrik dari saudaranya. Pria yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang dekorasi pengantin berterima kasih karena dengan bantuan ini sudah mempunyai listrik sendiri.
“Dulu numpang saudara 4 tahun, sering jepret (tidak kuat daya listriknya) karena yang disambung cuma 450 (VA). Kalau sekarang lebih nyaman punya sendiri,” jelas Jeky. (Rls)
















