Sugeng menjelaskan, aksi Isam itu terjadi Selasa (19/12/2023) pekan lalu, saat pekerja sedang memproses pengarungan lagi beras sobek karena proses handling beras impor dari kapal sampai ke gudang.
“Beras itu adalah beras kempos atau beras hasil handling, beras kemasan sobek dari kapal, yang sebenarnya itu akan diproses rice to rice,” ucapnya.
Artinya, beras itu akan diolah lagi untuk standarisasi kualitas maupun kuantitas, dan jadi stok Bulog.
“Kami kan punya fasilitas rice to rice, jadi beras-beras yang enggak sesuai standar kualitasnya kuantitasnya, baik itu rusak basah dan sebagainya kami akan proses, belum sampai r to r itu, ada kejadian itu,“ ujarnya.
Akibat kejadian itu, selain memecat Isam, Kantor Cabang Bulog Surabaya Utara pun melakukan evaluasi dan mendisiplinkan pekerjanya agar kejadian serupa tak terulang.(lta/ris/faz)
















