“Ini harus jauh lebih baik karena patron kita, kiblat kita kedepan yang akan menentukan Sulawesi Selatan seperti apa kedepan. Ini dasarnya semua calon gubernur dalam menyusun visi misi dan ini akan menjadi referensi calon gubernur. Ini bukan dokumen yang mudah, mungkin secara prosedur sudah kita lakukan tapi substansi datanya harus di cermati dengan baik apa yang menjadi masalah kita,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Muhammad Arsjad pun meminta kepada seluruh OPD agar membantu Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Sulsel dalam memenuhi data yang dibutuhkan.
Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bapelitbangda Sulawesi Selatan Andi Bakti Haruni dalam paparannya mengungkapkan, untuk penyusunan RPJPD Sulawesi Selatan, Pemprov mengangkat visi misi ‘Sulawesi Selatan Maju, Mandiri, Berkelanjutan’. Ia mengatakan, RPJPD ini mengacu pada 17 arah kebijakan, 8 misi, dan 45 indikator sasaran.
Arah kebijakan strategis yang masuk ke dalam RPJPD ini, katanya, diantaranya terkait transformasi sosial, transformasi ekonomi, transformasi tata kelola, dan ketahanan sosial, budaya, dan ekologi.
“RPJPD ini jadi dokumen yang strategis yang harus disiapkan pemerintah daerah sebagai rujukan program jangka menengah dan jangka pendek kedepan. Kita harus bergerak atau berpijak pada realitas. Kondisi kita dicerminkan pada bentuk permasalahan dan isu strategis yang telah kita hadapi dan akan kita hadapi,” ujarnya.
Dalam pembahasan RPJPD ini, Bakti meminta agar tim penyusun mampu merumuskan permasalahan yang sedang dihadapi Pemprov Sulsel saat ini dan memperkirakan masalah yang kemungkinan akan ditemui pada masa mendatang.(r)
Editor: Manaf Rachman
















