Home / Jakarta

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:40 WIB

Piala Dunia 2026 Akan Menghadirkan 48 Negara, Kekuatan Listrik Global Diuji Habis-Habisan

MEDIASINERGI.CO

JAKARTA – Piala Dunia 2026 akan menghadirkan 48 negara, 104 pertandingan, dan 16 kota tuan rumah yang tersebar di Amerika Serikat, Kanada, serta Meksiko. Besarnya skala turnamen membuat perhatian tidak hanya tertuju pada stadion dan transportasi. Infrastruktur energi ikut masuk dalam daftar prioritas utama menjelang kick-off pada Selasa waktu setempat atau Rabu dini hari waktu Indonesia (11-12/6/2026).

Houston menjadi salah satu contoh paling nyata. Kota di negara bagian Texas tersebut akan menjadi tuan rumah tujuh pertandingan antara 14 Juni hingga 4 Juli.

Melansir Click2Houston, perusahaan utilitas CenterPoint Energy telah menghabiskan lebih dari satu tahun untuk memperkuat jaringan listrik dan gas alam di sekitar lokasi penyelenggaraan. Hampir 700 proyek ketahanan listrik dikerjakan di lebih dari 100 mil jaringan distribusi yang melayani stadion, bandara, hotel, jalur transportasi, hingga kawasan fan zone.

Baca Juga:  Kembangkan Desa, Bupati Wajo Berkunjung di Kemendes PDTT RI

Persiapan tersebut dilakukan karena Piala Dunia datang pada periode yang sensitif bagi Texas. Musim panas merupakan masa ketika konsumsi listrik mencapai puncaknya akibat penggunaan pendingin udara.

Operator sistem listrik Texas, ERCOT, memperkirakan kebutuhan listrik negara bagian tersebut dapat menembus 90.000 megawatt (MW) pada musim panas tahun ini.

Menurut CenterPoint Energy, seluruh sirkuit utama dan cadangan yang memasok listrik ke lokasi prioritas telah diperiksa. Peralatan yang dianggap berisiko diganti atau diperbaiki. Perusahaan juga menyiapkan pusat operasi darurat yang akan aktif sebelum, selama, dan setelah pertandingan berlangsung.

Melansir BKV Energy, tambahan kebutuhan listrik di kawasan NRG Park selama penyelenggaraan pertandingan diperkirakan mencapai 13-15 MW atau setara konsumsi sekitar 3.000 hingga 5.000 rumah tangga. Angka tersebut tidak terlalu besar bagi sistem kelistrikan Texas secara keseluruhan.

Baca Juga:  Meninjau Kebijakan Pengeluaran Jasa Pendidikan dari Negative List PPN dalam UU HPP dari Perspektif Etika Normatif

Tantangan yang lebih besar berada di sekitar stadion, kawasan hiburan, hotel, restoran, dan lokasi nonton bersama yang diperkirakan dipadati pengunjung dari berbagai negara.

Kebutuhan energi memang menjadi salah satu tantangan terbesar dalam penyelenggaraan Piala Dunia tahun ini. Melansir Sustainability Group Research (SGR), emisi yang dihasilkan turnamen diperkirakan mencapai sekitar 9 juta ton setara karbon dioksida. Angka tersebut hampir dua kali lipat rata-rata Piala Dunia yang berlangsung pada periode 2010-2022.

Salah satu penyebabnya adalah format baru yang memperbesar jumlah peserta dari 32 menjadi 48 negara. Penambahan jumlah pertandingan membuat mobilitas pemain, ofisial, media, dan suporter meningkat tajam. Perjalanan udara diperkirakan menjadi sumber emisi terbesar sepanjang turnamen berlangsung.

Share :

Baca Juga

Jakarta

PWI Pusat Tetapkan Reaktivasi Keanggotaan hingga Akhir 2026, Konferensi Wajib Mengacu SKEP Baru

Jakarta

46 Tahun Yayasan Astra – YDBA Dampingi UMKM Naik Kelas ke Rantai Pasok Industri

Jakarta

Penjaga Etika yang Telah Menuntaskan Pengabdiannya

Jakarta

Laporkan Situasi Keamanan Terkini, Kapolri Temui Prabowo di Istana

Jakarta

Kemnaker Buka Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3, Targetkan 20 Ribu Peserta

Jakarta

Tutup MagangHub Batch III, Menaker Ajak Peserta Ikuti Sertifikasi Kompetensi untuk Perkuat Daya Saing

Jakarta

Kemnaker Transformasikan BPVP Jadi Mini Campus yang Adaptif dan Modern

Islami

PBNU Tetapkan Tahun Baru Islam 1448 H Jatuh pada 17 Juni 2026