Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar, Achi Soleman, S.STP, M.Si mengatakan, di DPPPA sendiri bisa diukur dari indeks pembangunan gender dan indeks pemberdayaan gender.
“Nah, kalau dari IDG dan IPG ini kita bisa melihat ternyata Makassar ini diatas rata-rata nasional dan rata-rata provinsi Sulawesi Selatan. Ini bisa diukur dari monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan,” jelasnya.
“Perlu saya sampaikan bahwa, ini bukan kerja sendirinya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, akan tetapi ini kerja sinergitas dan kolaborasi termasuk teman-teman media. Karena kalau di Kota Layak Anak, ada juga pengukuran untuk Kota Layak Anak. Salah satu kontribusinya adalah peran penting media massa,” sambung Achi Soleman.
Mengapa kami mengundang Bapak/Ibu sekalian, karena salah satu indikator dari keberhasilan untuk perlindungan perempuan dan anak dari media massa. Salah satunya adalah ketika ada korban terkait perempuan dan anak, perspektif yang harus dibangun jangan sampai dia sudah menjadi korban terus menjadi korban lagi.
“Saya yakin Bapak/Ibu yang hadir disini dari beberapa media, kita mempunyai persepsi yang sama, jika ada korban jangan lagi dia menjadi korban. Misalkan, inisial nama yang dimaksud namanya jangan dikasih panjang, terus jangan dikasih jelas alamatnya. Etika dalam pemberitaan itu yang kami harapkan,” ujarnya.
Diakhir keterangannya, Achi Soleman mengucapkan terima kasih banyak atas kehadiran teman-teman Pengurus PWI Sulsel karena sudah berkenan hadiri memberikan masukan dan kritikan yang membangun untuk perempuan dan anak di Kota Makassar.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















