Rombongan diterima langsung, Penjabat Bupati Wajo Andi Bataralifu di Ruang Pola Kantor Bupati Wajo, Rabu (22/5/2024).
Dalam Sambutannya, Andi Bataralifu menyampaikan bahwa, banjir bandang terjadi di Kabupaten Wajo akibat tingginya curah hujan pada tanggal 29 April – 5 Mei 2024, sehingga menyebapkan debit air meningkat dan menggenangi pemukiman.
“Wajo ini sebenarnya posisi hilir, hulunya di Soppeng Sidrap, Bone dan Luwu dan sehingga aliran air berujung di Kabupaten wajo,” jelasnya.
Bupati menambahkan, dampak banjir mengenangi 9 kecamatan dan 57 desa/kelurahan dan masuk kategori bencana agak berat.
Lanjut dia, Kecamatan Tempe ada beberap area masih tergenang banjir dan 14.600 KK, 12.000 unit rumah, 41 Unit sekolah, 27 masjid, 14 sarana kesehatan, 5600 h Sawah, 4000 h kebun, dan pasar, termasuk jalan jembatan talud dan drainase terdampak banjir.
“Sudah ada beberapa fasilitas umum yang kami perbaiki menggunakan APBB. Namun begitu, kami berharap, pemerintah pusat sekiranya setiap kerusakan dapat menjadi atensi untuk merecovery jalan jembatan darinase dan saluran irigasi,” Harapnya.
















