Home / Nasional

Sabtu, 26 Oktober 2024 - 11:38 WIB

Lima Tahun Jadi Presiden, Rakyat Indonesia Berharap di Pundak Prabowo

Program ini, kata Prabowo adalah salah satu PR paling berat di Indonesia, karena jangkauannya sangat luas dan agraria adalah sektor mata pencaharian utama Indonesia.

Maka dari itu, ada beberapa yang harus disolve, antara lain pengambangan infrastruktur (sistem irigasi, jaringan jalan, fasilitas gudang dan stok dan kelayakan lahan).

Kemudian, keterlibatan masyarakat setempat dalam perencanaan swasembada, agar tetap ‘sembodo’ dengan sumber kehidupan mereka. Lalu solusi risiko force majeur, seperti iklim dan fluktuasi cuaca badai, kekeringan, hujan lebat dan apapun yang membuat gagal panen.

Selanjutnya, kata Prabowo investasi untuk modernisasi praktik pertanian yang masih tradisional di banyak wilayah di Indonesia. Dan yang terakhir, tata kelola air, karena jadi pasokan yang cukup elemen kunci pertanian.

Lalu program Prabowo selanjutnya, yaitu target ekonomi per kapita 8%, apakah realistis?

Baca Juga:  Kabupaten Wajo Berpotensi Wakili Indonesia di Jejaring Kota Sehat se-Asia Tenggara

“Capaian 8% ini bisa membuat Indonesia terlepas dari jebakan pendapatan menengah (middle income trap/MIT) dan selangkah menuju negara maju. Ini juga challenge besar untuk di wujudkan karena ekonomi Indonesia hanya tumbuh 5,08% di semester 2024. Dan ini PR kami, terutama dari segi revitalisasi industri yang menggerakkan sektor UMKM, serta membereskan masalah kebijakan pajak yang terlalu tinggi,” ujarnya.

Tak ketinggalan program makan bergizi gratis. Tentunya ini program besar Prabowo – Gibran yang sudah dicanangkan sejak jauh-jauh hari.

Tujuan utama dari program makan bergizi gratis ini adalah untuk menuntaskan kelaparan dan masalah stunting pada anak Indonesia sejak dini.

Menurut Prabowo, program ini ditargetkan untuk 82,9 juta penerima sampai tahun 2027. Berikut target penerima makan bergizi gratis : Ibu hamil, ibu menyusui, balita, anak sekolah dari PAUD hingga SMA, sekolah negeri dan swasta.

Baca Juga:  Prabowo Bertemu Jokowi di Stasiun MRT Lebak Bulus

Dan program Prabowo-Gibran yang terakhir yaitu pendidikan. Presiden Prabowo menyadari pendidikan merupakan investasi untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM), sehingga kelak akan menghasilkan generasi penerus bangsa yang siap bersaing di masa yang akan datang.

Oleh karena itu, salah satu yang ter-highlight dan paling beda dari kepemimpinan sebelumnya adalah Kementrian Pendidikan yang dipecah jadi 3 menteri, yaitu Kementrian di Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian di Tingkat Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, serta Kementerian di Riset dan Kebudayaan.

Dengan dipecahnya Kementerian Pendidikan menjadi 3 bidang, masing-masing akan dipimpin seorang menteri dan wakil menteri.

“Kementerian pendidikan menjadi salah satu visi prioritas. Dan bukan tidak mungkin semua kendala dan keluhan sistem pendidikan Indonesia termasuk soal honor guru bisa disolve,” pungkasnya.(jk)

Editor: Manaf Rachman

Share :

Baca Juga

Nasional

Ketum PWI Pusat Pimpin Delegasi Indonesia ke General Assembly CAJ di Kuala Lumpur

Nasional

Pekan Kedua April 2027, Lampung Tuan Rumah HPN dan Porwanas

Nasional

Gema Paskah Nasional 2026, Saat Puluhan Ribu Umat dan Tokoh Bangsa Bersatu di Manado

Nasional

Presiden RI Prabowo Subianto Beri Penghormatan Terakhir Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL

Nasional

Menlu Sugiono Ucapkan Belasungkawa atas Gugurnya Prajurit UNIFIL di Lebanon

Jakarta

PWI: Kemerdekaan PERS Bagian dari HAM

Nasional

APKLI Minta Kepala Daerah Moratorium Pemberian Izin Retail Modern

Nasional

Zugito Serahkan Hasil Konkernas PWI 2026 ke Ketua Umum Akhmad Munir