MEDIASINERGI.CO MAKASSAR — Pengamat Ekonomi, Dr. Darwis Lannai mengeluarkan analisanya terkait polemik dana cadangan PDAM Makassar.
Darwis mengatakan penyimpanan dana cadangan PDAM senilai Rp14 miliar di bank merupakan bukti Ketidakmampuan direksi mengelola dana lebih produktif.
“Sebenarnya dana penyimpanan dana besar sampai Rp14 miliar, bukan merupakan prestasi yang harus diapresiasi tetapi itu merupakan ketidakmampuan direksi mengelola dana untuk menjadi lebih produktif,” kata Darwis, Rabu 11 Juni 2025.
Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu menambahkan, PDAM sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang pelayanan, yang menjadi konsen adalah bagaimana pelayanan penyediaan air tersedia dengan cukup untuk memenuhi kebutuhan.
“Maka perbaikan instalasi yang karatan dan bocor penambahan jaringan air yang cukup dan investasi pengembangan Perusda yang utama. Bukan menumpuk uang di bank,” jelasnya.

Darwis juga menanggapi pernyataan mantan Dirut PDAM, Beni Iskandar yang cenderung mencari kesalahan direksi sebelumnya terkait dana cadangan.
















