Beni menegaskan di era kepemimpinan Hamzah Ahmad, tidak ada dana cadangan yang disimpan di bank karena perusahaan merugi.
Menurut Darwis, pernyataan tersebut sangat bertentangan dengan kondisi keuangan yang ada pada PDAM di masa itu. Ia mengatakan sesuai data laporan keuangan sejak 2016 hingga 2000, PDAM Makassar membukukan laba yang cukup signifikan sesuai hasil audit Kantor Akuntan Publik.
Pernyataan Beni tentang tiga tahun cuci piring yang dimuat di sejumlah media juga disayangkan Darwis. Sebagai pemerhati laporan keuangan, ia mengaku prihatin karena PDAM memiliki pimpinan yang tidak paham dengan laporan keuangan.
“Cuci piring. Piring yang mana mereka cuci. Dan Siapa piring yang mereka cuci. Silahkan nilai sendiri pernyataan Beni. PDAM setiap tahun membayar pajak badan itu menunjukkan bahwa perusahaan tersebut laba,” ujarnya.
Terkait pernyataan Beni yang mengatakan bahwa pada bulan Maret-April menyetor Rp11 Miliar Deviden kepada pemerintah Kota Makassar, Darwis mengatakan jika beliau memiliki data historis maka pasti malu mengatakan itu .
Alasannya, PDAM Makassar pernah menyetor Deividen sebesar Rp35 miliar dan Rp76 miliar.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















