“Di PBJ ini saya selalu menyampaikan bahwa standarisasi pekerjaan dan rekanan ini harus benar-benar dalam posisi yang berkualitas. Supaya kita juga menghasilkan hasil dari transaksi yang dilakukan itu yang benar-benar berkualitas baik,” tegasnya.
Munafri juga mengingatkan agar pejabat tidak mudah membuat komitmen di luar pekerjaan resmi. Menurutnya, komitmen yang tidak jelas sering kali menjadi penghambat jalannya program karena belum memiliki kepastian hukum maupun anggaran.
“Ini yang menurut saya akan mengganggu kita di dalam proses melaksanakan kegiatan,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Munafri juga menekankan bahwa gaya hidup pejabat juga menjadi bagian dari integritas. Ia menilai bahwa sikap hidup berlebih-lebihan, termasuk dalam penampilan, bisa memberi dampak buruk karena ditiru oleh bawahan.
Bahkan, ia sempat menyinggung perlunya kesederhanaan dalam hal kecil seperti seragam sepatu agar tidak menimbulkan kesan berkompetisi dalam gaya hidup.
Terakhir, Munafri menyampaikan harapannya agar pelaksanaan SPI menjadi momentum untuk memperkuat integritas birokrasi Kota Makassar.
“Saya berharap apa yang dilakukan sebagai survei penilaian integritas ini menjadi hal yang sangat penting bahwa kita ada di dalam kerjaan ini pekerjaan ini ini benar-benar mengelola dan menyelamatkan uang negara yang akan disampaikan kembali kepada masyarakat sebagai pertanggungjawaban,” tegasnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















