Dalam rapat tersebut, para peserta tampak aktif memberikan masukan mulai dari zonasi lokasi, manajemen arus kendaraan, hingga potensi integrasi dengan kawasan pedestrian.
BRIDA Makassar menegaskan bahwa hasil riset ini akan menjadi pijakan dalam penyusunan kebijakan penataan kuliner jalanan yang lebih terarah dan berkelanjutan.
“Harapannya, hasil riset ini dapat menjadi dasar rekomendasi kebijakan yang berpihak pada pelaku usaha namun tetap menjaga fungsi ruang kota,” jelas perwakilan BRIDA Makassar.
Diskusi ditutup dengan penyusunan poin-poin tindaklanjut untuk difinalisasi pada pertemuan berikutnya. Rapat berlangsung kondusif dengan suasana kolaboratif seluruh peserta.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















