Suasana haru pun memuncak saat kedua mempelai resmi dipersatukan sebagai suami istri. Penyematan cincin dan penyerahan buku nikah dari penghulu menjadi penanda resmi awal kehidupan baru keduanya.
Usai akad, tradisi mappasikarawa mengiringi langkah pasangan pengantin memasuki ballroom utama. Dukungan keluarga besar dan para hadirin memberi warna kebersamaan yang hangat dan penuh doa.
Momen paling menyentuh hadir pada prosesi sungkem. Kedua mempelai bersimpuh memohon restu kepada orang tua masing-masing.
Air mata haru mengalir, menjadi ungkapan cinta, keikhlasan, dan doa terbaik yang mengiringi mereka membangun keluarga baru.
Tradisi suapan, cacapan, serta nasihat dari orang tua kedua mempelai memperkaya makna hari istimewa ini. Rangkaian pesan penuh kearifan tersebut dilanjutkan dengan nasihat pernikahan oleh Prof. Drs. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D., sebelum acara ditutup dengan doa yang dipimpin Drs. KH. Abubakar Paka.
Kebahagiaan terpancar dari setiap wajah. Momen ini menjadi awal perjalanan baru yang diharapkan membawa keberkahan, ketentraman, dan kebahagiaan bagi Fikar dan Falih dalam mengarungi bahtera rumah tangga.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















