Dewan Juri AK PWI Pusat – HPN 2026 yang terdiri dari tokoh nasional lintas seni, budaya, dan pers, yakni Ketua merangkap anggota Yusuf Susilo Hartono (Wartawan senior, pelukis, penyair, Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat), Dr. Nungki Kusumastuti (Dosen IKJ, penari, artis film), Agus Dermawan T. (Pengamat seni budaya, penulis buku, penerima Anugerah Kebudayaan RI), Sudjiwo Tejo (Seniman, budayawan, mantan wartawan, Tim Pakar PWI Pusat), Akhmad Munir (Dewas LKBN Antara, Ketua Umum PWI Pusat 2025–2030), masing-masing sebagai anggota.
*Melahirkan Ekspresi Turunan*
Motif lumbung dalam Gerbang Sangkareang tersebut, menurut Mohan, diterjemahkan ke dalam desain visual kontemporer, memadukan nilai tradisi dengan arsitektur modern. Hasilnya adalah sebuah penanda ruang sekaligus penanda makna kota. Sehingga landmark tersebut bukan hanya memperindah lanskap urban, tetapi juga menegaskan jati diri Mataram.
Lebih dari karya fisik, tambahnya, Gerbang Sangkareang turut menggerakkan ekosistem kreatif kota, melahirkan ragam ekspresi turunan seperti batik motif lumbung, kriya logam, desain publik, hingga identitas visual kota.
Ia menyadari bahwa peran pers dan media memperluas gaung karya para pelaku kreatif setempat, sehingga produk budaya Mataram semakin dikenal luas.
Dalam perspektif pengembangan kota, Gerbang Sangkareang hadir bukan sekadar keputusan estetika, melainkan bagian dari upaya membangun sense of place, roh dan karakter kota.(r)
















