Home / Sulsel

Rabu, 8 April 2026 - 14:36 WIB

Pendekatan Humanis: 23 PKL di Mariso Bongkar Lapak Mandiri

MEDIASINERGI.CO MAKASSAR — Setelah puluhan tahun bertahan di lahan fasilitas umum (Fasum), antara trotoar dan badan jalan, deretan lapak pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Mappayukki, Kecamatan Mariso, akhirnya memilih menutup satu bab panjang perjalanan mereka.

Bukan karena paksaan, melainkan kesadaran bersama untuk menata ulang wajah kota, tujuh lapak dibongkar secara mandiri, menyisakan jejak kenangan sekaligus harapan baru.

Pemandangan serupa juga terlihat di Jalan Garuda dan Jalan Rajawali, sebanyak 16 lapak yang selama ini berdiri di atas drainase dan memakan badan jalan, perlahan dibongkar oleh pemiliknya sendiri.

Lapak-lapak PKL yang telah menjadi bagian dari denyut ekonomi warga selama puluhan tahun itu kini berganti menjadi ruang terbuka yang lebih tertib dan fungsional.

Baca Juga:  Jadi Narasumber, Kadishub Makassar Tekankan Pentingnya Adaptasi Digital di Sektor Perparkiran

Camat Mariso, Andi Syahrir, mengungkapkan kesadaran warga menjadi kunci utama keberhasilan penertiban tanpa konflik tersebut.

“Jadi pedagang yang bongkar mandiri lapaknya, di Jalan Mappanyuki ada 7 lapak, Jalan Garuda ada delapan lapak. Dan pembongkaran mandiri juga di jalan Rajawali ada delapan lapak,” jelas Andi Syahrir, Rabu 8 April 2026.

Langkah ini bukan sekadar penertiban, tetapi menjadi simbol perubahan pola pikir, bahwa keteraturan kota dapat dimulai dari kesadaran warganya.

Di balik pembongkaran itu, tersimpan cerita panjang tentang perjuangan, adaptasi, dan kini, kesiapan untuk bertransformasi menuju tata kota yang lebih rapi, aman, dan manusiawi.

Baca Juga:  Munafri: Kami Dengarkan Aspirasi Warga, PLTSa di TPA Antang Tak Ada Ongkos Tambahan

Momen ini pun menjadi penanda bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat bukanlah hal utopis.

Ketika kesadaran tumbuh dari dalam, perubahan besar dapat terjadi tanpa konflik, menghadirkan wajah baru Kota Makassar yang lebih tertata tanpa menghapus jejak sejarah para pelaku usaha kecil di dalamnya.

Syahrir menegaskan, pendekatan yang dilakukan pihak kecamatan bersama kelurahan tidak mengedepankan penindakan, melainkan komunikasi yang intensif dan menyentuh sisi kemanusiaan para pedagang.

“Metode ini efektif, sehingga para PKL dapat menerima penataan kawasan dengan baik,” ungkapnya.

Share :

Baca Juga

Sulsel

Pemkab dan KONI Wajo Luncurkan Maskot Porprov 2026, Tegaskan Kesiapan Jadi Tuan Rumah

Sulsel

Wali Kota Munafri Tegaskan Komitmen Wujudkan Makassar Kota Ramah Anak di Hari Anak Nasional 2026

Sulsel

Ketika Senyum Anak-Anak Mekar di Serambi Masjid

Sulsel

Rezeki Nur Bersama Dinas DP3A Kota Makassar Perkuat Pengawasan Angkatan VIII TA 2026

Sulsel

Gelar Pengawasan Angkatan VIII, Odhika Cakra Ajak Masyarakat Berikan Saran dan Kritik Membangun

Sulsel

Munafri Ikut Lari 10K dan Apresiasi Konsistensi Gelaran Makassar SMAnSA Run 2026

Sulsel

Munafri Ingin RT/RW Jadi Pusat Pemberdayaan Warga Lewat Pengelolaan Sampah

Sulsel

Jejak Dakwah dari Tanah Sudan Menyapa Jamaah Masjid Besar Al-Abrar