“Setiap program harus memiliki arah yang jelas dan terukur. Tidak boleh ada kegiatan yang tidak memiliki dampak terhadap pencapaian target pembangunan daerah,” imbuh Appi.
Selain itu, orang nomor satu Kota Makassar itu juga mengingatkan pentingnya kesinambungan sistem dalam birokrasi, meskipun terjadi pergantian pejabat.
Dia menekankan, sistem yang sudah dibangun harus tetap dijaga dan terus ditingkatkan, sehingga mampu menghasilkan outcome yang lebih baik dari waktu ke waktu.
“Boleh orangnya berganti, tetapi sistem harus tetap berjalan dan terus ditingkatkan. Ini adalah proses berkelanjutan yang harus memberikan dampak nyata,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mendorong seluruh kepala SKPD untuk aktif berkoordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).
Juga, Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) melalui Inspektorat, Bagian Organisasi, serta seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan lainnya.
Koordinasi tersebut dinilai penting untuk memastikan kualitas implementasi SAKIP terus meningkat dan berjalan sesuai dengan prinsip akuntabilitas dan transparansi.
Appi mengakui dalam proses implementasi SAKIP akan terdapat berbagai tantangan dan konsekuensi yang harus dihadapi.
Namun demikian, ia berharap seluruh jajaran dapat menjalankannya dengan serius, disiplin, dan penuh komitmen.
Dikatakan, SAKIP ini akan menjadi cerminan bagaimana kita mengelola pemerintahan. Tujuan kita sama, yaitu menghadirkan pemerintahan yang akuntabel dan berdampak bagi masyarakat.
“Tentu dengan komitmen, kedisiplinan, dan kesungguhan seluruh perangkat daerah, kualitas SAKIP Kota Makassar akan terus meningkat dan mampu meraih predikat yang lebih baik di masa mendatang,” tutupnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















