Selain itu, kualitas sumber daya manusia juga menjadi salah satu kekuatan utama Kota Makassar. Munafri menilai peningkatan kualitas SDM menjadi kunci agar masyarakat lokal dapat mengambil manfaat langsung dari pertumbuhan ekonomi dan investasi yang terus meningkat.
Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk menjaga iklim investasi yang sehat melalui kepastian regulasi, transparansi birokrasi, dan stabilitas kawasan. Faktor tersebut bagi Appi menjadi pertimbangan penting bagi investor dalam menanamkan modal.
“Investor tidak hanya mencari keuntungan, tetapi juga membutuhkan kepastian regulasi, birokrasi yang transparan, dan kondisi daerah yang aman. Hal-hal inilah yang terus kami jaga di Kota Makassar,” ungkapnya.
Munafri mengungkapkan, realisasi investasi Kota Makassar pada triwulan pertama 2026 mencapai Rp1,23 triliun atau sekitar 22,81 persen dari total investasi yang masuk ke Sulawesi Selatan.
“Capaian tersebut menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan pelaku usaha terhadap stabilitas ekonomi Kota Makassar,” pungkasnya.
Meski demikian, ia menegaskan investasi yang masuk harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Karena itu, Pemkot Makassar mendorong setiap investasi agar mampu menciptakan lapangan kerja, memberdayakan masyarakat sekitar, serta membuka peluang bagi UMKM lokal untuk berkembang.
“Target kami bukan hanya meningkatkan nilai investasi, tetapi memastikan investasi tersebut menghadirkan multiplier effect bagi masyarakat. Pertumbuhan ekonomi harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga Kota Makassar,” tutupnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















