Munafri menyebut, koordinasi dengan DP2 telah dilakukan untuk mempersiapkan keterlibatan perahu nelayan dalam rangkaian kegiatan.
Keterlibatan masyarakat pesisir tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan suasana Maulid yang dekat dengan karakter dan kehidupan masyarakat Paotere.
“Sekarang panitia sudah koordinasi sama DP2 untuk siapkan perahu nelayan. Ada juga yang bersiap-siap ikut ambil andil dalam acara Pemkot,” ungkapnya.
Pemilihan kawasan Paotere sebagai lokasi Maulid Akbar Pesisir Makassar juga menjadi bagian dari upaya pemerintah kota menghadirkan kegiatan keagamaan di tengah-tengah masyarakat, khususnya kawasan pesisir yang memiliki sejarah panjang sebagai salah satu sentra aktivitas nelayan dan perdagangan laut di Kota Makassar.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkot Makassar berharap masyarakat tidak hanya berkumpul dan bersilaturahmi, tetapi juga mengambil hikmah dari keteladanan Rasulullah SAW, terutama dalam membangun kehidupan sosial yang penuh kepedulian, persaudaraan, kejujuran, dan kebersamaan.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW juga diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan masyarakat sekaligus mempererat kebersamaan antara pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat.
Pemerintah Kota Makassar mengajak para tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, jajaran pemerintah wilayah, serta seluruh warga untuk hadir dan menyemarakkan Maulid Akbar Pesisir Makassar 1448 H/2026.
“Dari kawasan pesisir Paotere, kami di Pemkot Makassar ingin menjadikan peringatan Maulid sebagai ruang bersama untuk memperkuat silaturahmi,” tutupnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















