Home / Sulsel

Kamis, 3 September 2026 - 18:46 WIB

Logo HUT ke-419 Makassar Disayembarakan, Desainer Lokal Adu Gagasan

Untuk peserta yang mendaftar dalam bentuk tim, jumlah anggota minimal tiga orang. Menurut Andi, ketentuan tersebut disesuaikan dengan cakupan pekerjaan perancangan identitas visual yang dinilai tidak ideal jika dikerjakan seorang diri.

Lanjut dia, proses perancangan ini tidak mungkin dikerjakan oleh satu orang karena cakupannya luas dan yang mau dibuat banyak.

“Kalau tidak punya studio desain, boleh individu tetapi memanggil dua atau tiga orang timnya,” ungkapnya.

Ia menegaskan, mahasiswa maupun peserta yang sudah tidak berstatus mahasiswa tetap diperbolehkan mengikuti proses tersebut selama memenuhi persyaratan.

Open call sayembara telah dibuka sejak 27 Agustus dan akan ditutup pada 5 September 2026.

Selanjutnya, pengumuman peserta yang lolos seleksi dijadwalkan pada 6 September, kemudian dilanjutkan briefing awal pada 7 September.

Dalam briefing tersebut, peserta akan mendapatkan pengarahan serta materi mengenai budaya Makassar sebagai bekal dalam proses pengembangan konsep.

Baca Juga:  Tinjau Kondisi Jalan Bangkala Raya yang Rusak, Nunung Dasniar Harap Pemkot Makassar Lakukan Perbaikan

Setelah itu, peserta terpilih akan menjalani proses kuratorial selama kurang lebih satu bulan.

“Hasil rancangan nantinya akan dipresentasikan di hadapan Wali Kota Makassar dan Kepala Dinas Pariwisata pada 9 Oktober 2026,” bebernya.

Oleh sebab itu, dia mengatakan, proses kuratorial akan mempertimbangkan sejumlah aspek, mulai dari estetika, distingsi atau keunikan konsep, hingga kemampuan desain untuk diaplikasikan pada berbagai kebutuhan komunikasi.

Setelah seluruh proses kuratorial selesai, hasilnya akan diserahkan kepada Pemkot Makassar untuk menentukan desain yang paling representatif dengan tema Hari Jadi Kota Makassar ke-419.

“Semua poin-poin sudah terpenuhi, sudah layak, kita serahkan ke pihak panitia Pemkot, dalam hal ini Pak Wali untuk menentukan pilihan mana yang paling representatif mewakili Hari Jadi Kota Makassar sesuai tema yang dibuat oleh Pemerintah Kota Makassar,” ujarnya.

Menariknya, ia menegaskan seluruh peserta yang masuk dalam proses perancangan akan mendapatkan fee desain.

Baca Juga:  Pj Bupati Takalar Pimpin Workshop Pokja Tematik Tahun 2024

Hal tersebut menjadi salah satu prinsip ADGI untuk menolak praktik speculative work atau pekerjaan desain yang dilakukan tanpa kepastian kompensasi.

“Siapa pun yang menang, semua dapat fee desain. Beda kalau sayembara terbuka, orang kirim, yang tidak menang tidak dapat apa-apa,” sebutnya.

“Sementara kita di ADGI menolak istilah speculative work, kerjaan yang Anda mendesain kemudian tidak dibayar,” lanjutnya.

Selain menghasilkan identitas visual Hari Jadi Kota Makassar, proses tersebut juga diharapkan menjadi ruang pengembangan talenta kreatif lokal.

“Minimal dalam proses kuratorial, teman-teman secara level, standar, dan skill-nya bisa naik,” tutupnya.

Informasi lengkap mengenai ketentuan dan mekanisme submisi sayembara dapat diakses melalui akun Instagram ADGI Chapter Makassar, @adgi_makassar,,serta media sosial Dinas Pariwisata Kota Makassar.(jk)

Editor: Manaf Rachman

Share :

Baca Juga

Sulsel

Jembatan Kembar Barombong Mau Dibangun Pemkot Makassar, Tapi Tiga Bidang Lahannya Masih Bersengketa

Sulsel

Wamen Komdigi Angga Raka Tampil Perdana di PWI CHANNEL, Podcast PWI Pusat Resmi Diluncurkan

Makassar

Jumpa Maba di Masjid Agung Kampus UIN Alauddin

Sulsel

Tak Lagi Bayar Iuran Sampah, 3122 Rumah di Ujung Tanah Nikmati Program Wali Kota Munafri

Makassar

23 Rumah Terbakar, Gerindra Makassar Bantu Warga Terdampak di Mattoangin

Sulsel

Respons Aduan Warga, Munafri Cek Distribusi Air Bersih hingga Siapkan Fasilitas SPAM Bantuan

SOPPENG

Bupati Soppeng Bersama Forkopimda Hadiri Syukuran Peringatan Hari Lahir Ke-81 Kejaksaan RI

Sulsel

MABA UIN Alauddin: Kampus Bukan Barak, Kami Datang untuk Belajar