Menurutnya, keterlibatan BBWS Pompengan Jeneberang sangat dibutuhkan agar upaya penanganan dapat dilakukan secara lebih terukur dan sesuai dengan kondisi teknis di lapangan.
“Pemerintah daerah tentu tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan sinergi dengan BBWS dan seluruh pihak terkait agar persoalan air ini dapat dicarikan solusi, baik untuk kebutuhan masyarakat saat ini maupun sebagai langkah menghadapi kondisi kemarau pada masa yang akan datang,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala BBWS Pompengan Jeneberang Dr. Heriantono Waluyadi menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menjadi ruang koordinasi untuk melihat berbagai kebutuhan dan kondisi pengelolaan sumber daya air di wilayah Kabupaten Pinrang.
Koordinasi antara pemerintah daerah dan BBWS diharapkan mampu menghasilkan langkah yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya petani yang membutuhkan kepastian pasokan air untuk mempertahankan kegiatan produksinya.
Upaya tersebut diharapkan tidak berhenti pada penanganan kondisi kemarau saat ini, tetapi dapat menjadi bahan evaluasi dalam memperkuat pengelolaan sumber daya air sehingga risiko gangguan produksi pertanian dapat ditekan pada musim kemarau berikutnya.
“Yang kita harapkan tentu bagaimana masyarakat tidak terlalu terbebani dengan kondisi kemarau ini. Petani tetap bisa berproduksi, kebutuhan pangan tetap terjaga dan roda perekonomian masyarakat terus berjalan,” pungkas Bupati Irwan.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDA-BK) Bachrumsyah serta Satker OP BBWS Pompengan Jeneberang Irwansyah. (Tan)
















