Home / Jakarta

Selasa, 22 September 2026 - 20:58 WIB

Presiden Panggil Dirjen Bea Cukai, BCW: Sinyal Keras, Perang terhadap Penyelundupan Harus Menyentuh Jaringan Besar

BCW Soroti Modus Misdeklarasi

BCW juga menaruh perhatian pada modus pelanggaran yang tidak selalu dilakukan melalui jalur tidak resmi.

Dalam pengungkapan terbaru, Suahasil menjelaskan adanya modus perubahan klasifikasi Harmonized System (HS) dan jenis barang dalam pemberitahuan impor untuk mengelabui pengawasan.

Menurut BCW, fakta tersebut menunjukkan penguatan pengawasan tidak cukup hanya dengan menambah patroli laut. Pengawasan juga perlu diperkuat melalui analisis data kepabeanan, profil importir dan pemasok, pola transaksi, asal barang, klasifikasi HS, nilai pabean, serta anomali dalam dokumen perdagangan.

> “Penyelundupan hari ini tidak selalu berbentuk kapal yang masuk diam-diam. Ada yang masuk melalui dokumen, misdeklarasi, permainan jenis barang atau jalur distribusi yang berlapis. Karena itu perang terhadap barang ilegal harus menggabungkan patroli fisik dengan intelijen dan analisis data,” kata Jimmy.

Baca Juga:  Memulihkan Keteladan Pendidik

BCW: Informasi Masyarakat Jangan Diabaikan

BCW juga mendorong DJBC memperkuat kanal pengaduan dan informasi masyarakat. Menurut Jimmy, masyarakat, pelaku usaha, pekerja pelabuhan, perusahaan logistik maupun kelompok pemantau sering kali mempunyai informasi awal mengenai pola peredaran barang yang patut diverifikasi aparat.

BCW menyatakan siap membangun komunikasi dan sinergitas kelembagaan dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk membantu menyalurkan informasi masyarakat secara bertanggung jawab.

> “BCW ingin mengambil posisi sebagai pengawas masyarakat yang independen sekaligus mitra konstruktif pemerintah. Informasi yang kami terima tidak akan langsung kami vonis sebagai pelanggaran. Harus diverifikasi. Tetapi kalau indikasinya kuat, informasi itu harus sampai kepada institusi yang mempunyai kewenangan untuk menindaklanjutinya,” tegas Jimmy.

Baca Juga:  Hari Jadi ke 621, Arif Saleh: Wajo akan Maju Dikepemimpinan Duo Amran

BCW berpandangan, penguatan Bea Cukai tidak boleh hanya diukur dari banyaknya barang yang berhasil disita. Ukurannya juga harus mencakup kemampuan negara mencegah barang ilegal masuk, membongkar jaringan, menutup celah sistem, menjaga penerimaan negara, melindungi industri dalam negeri, serta memastikan integritas aparat pengawasan.

> “Instruksi Presiden sudah jelas. Pesan Menteri Keuangan juga jelas. Momentum ini jangan berhenti menjadi headline. Perketat perbatasannya, perkuat integritas aparatnya, benahi sistemnya, dan bongkar jaringan besarnya,” pungkas Jimmy Endey. (***)

Share :

Baca Juga

Jakarta

Dewan Pers Gelar Doa Bersama dan Penantian untuk Rekan Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Gunung Anak Krakatau

Jakarta

Purbaya Dicopot, BCW: Bea Cukai Jangan Buru-buru Bernapas Lega, Warisan Pembenahan Harus Dilanjutkan

Jakarta

Mentan Amran Ungkap 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Bermasalah, Ditarik dan Diproses Hukum

Jakarta

Jadi Narasumber Podcast PWI, Kepala Bakom RI Bahas Urgensi Perlindungan Media dan Regulasi Sosmed

Jakarta

BCW Desak KPK Usut Hilangnya Segel di Ruang Dirjen Bea Cukai

Jakarta

BCW: Jangan Bangga Sita Rokok di Hilir, Bongkar Pabrik, Distributor dan Jaringan Pita Cukainya

Jakarta

Dewan Pers Dukung PWI Penanggungjawab HPN 2027 Lampung Libatkan Konstituen

Jakarta

Akselerasi Sistem Merit, Gubernur Zainal Paliwang Paparkan Pemetaan Talenta ASN Kaltara