Karier politiknya berkembang melalui PPP. Ia pernah menjadi anggota DPRD Tingkat I Sumatera Utara, kemudian anggota DPR RI dalam beberapa periode.
Sebelum menjadi menteri, ia pernah dipercaya sebagai Ketua Komisi V DPR RI dan memimpin Panitia Khusus Bulog Gate. Pengalaman panjang di parlemen dan organisasi kemudian membawanya ke kursi Menteri Sosial.
Sebagai Menteri Sosial, perhatian Bachtiar banyak bersentuhan dengan persoalan kemiskinan, pengungsi, korban bencana, dan pelayanan sosial.
Pada awal menjabat, ia menyatakan akan melakukan pembenahan Departemen Sosial serta menempatkan persoalan pengungsi dan anak jalanan sebagai perhatian penting.
Dalam penanganan gempa dan tsunami Aceh 2004, Bachtiar juga tercatat terlibat langsung dalam respons pemerintah terhadap bencana besar tersebut.
Kesaksiannya mengenai kondisi Aceh setelah tsunami kemudian menjadi bagian dari dokumentasi pengalaman penanganan bencana pada masa itu.
Di luar jabatan pemerintahan, Bachtiar juga dikenal dalam lingkungan organisasi kemasyarakatan Islam. Ia pernah menjadi Sekretaris Jenderal Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI) dan kemudian Ketua Umum PARMUSI.
Pada 2006, ketika masih menjabat Menteri Sosial, ia menyatakan keinginannya untuk memberi ruang kepada generasi yang lebih muda dalam kepemimpinan PPP.
Untuk mengenang sosoknya bagi dunia kesejahteraan sosial Indonesia.
Nama Bachtiar Chamsyah tidak hanya tercatat sebagai mantan Menteri Sosial,
Tetapi juga sebagai figur yang perjalanan hidupnya panjang dari aktivis organisasi, anggota parlemen, hingga memimpin kementerian yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat rentan.
Pengabdian Almarhum H. Bachtiar Chamsyah sebagai Ketua Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI) Pusat, beliau telah ,menyempurnakan pengabdiannya dan pada Jumat, 24 September 2026, beliau menghembuskan nafas terakhir di RSCM Jakarta, Innalillahi waiina ilahi rajiun. (***)














