Laporan Manaf Rachman
MEDIASINERGI.CO
MAKASSAR – Pengurus Lembaga Lanjut usia Indonesia (LLI) Provinsi Sulsel mempelopori pengukuhan dan pembentukan Lanjut Usia Siaga Bencana (LANSIGANA) untuk mengantisipasi masyarakat atau warga lanjut usia dalam menghadapi kejadian bencara di lingkungan masing-masing. Dengan hadirnya LANSIGANA diharapkan para Lanjut Usia juga turut serta berperan penting dalam melakukan siaga bencana yang rawan terjadi di lingkungan kita, sehingga bisa meminimalisir dampak dari bencana tersebut.
Pembentukan LANSIGANA berlangsung di halaman Kampus Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Sabtu, 31 Oktober 2026, yang dirangkaikan dengan Pemantapan Anggota Tagana Kompi FDK UIN Alauddin yang diikuti 90 orang mahasiswa atau tiga kelas angkatan.
Pengukuhan dan pembentukan LANSIGANA dilakukan Wakil Dekan III FDK UIN Alauddin, Prof. DR. Syamsuddin AB, S.Ag, M.Pd, M.Sos, yang juga disaksikan Ketua Jurusan Prodi Kessos FDK UIN Alauddin, DR. Syamsidar, S.Ag, M.Ag, Pembina/Ketua Kompi Tagana FDK UIN Alauddin Makassar, Drs. H. Syakhruddin DN, M.Si dan juga instruktur Tagana, Muhlis Moed.
Dalam sambutannya, Wakil Dekan III FDK UIN Alauddin, Prof. DR. Syamsuddin AB mengatakan, bahwa pembentukan dan pengesahan Lansia Siaga Bencana (LANSIGANA) Sulsel diharapkan agar para lansia bisa memiliki kepekaan dan tanggap dan bisa peduli terhadap kejadian bencana yang terjadi di lingkungan msing-masing, sehingga dampak dari kejadian bencana itu bisa diminimalkan.
“Lanjut usia jangan dipandang sebagai orang tua yang sudah pensiun, namun jika para Lansia itu diberdayakan dalam menghadapi siaga bencana, maka dibalik usia lanjut mereka juga masih memiliki kepedulian untuk membantu sesama dalam kondisi bencana, sehingga peranan para Lansia dalam siaga bencana sangat diharapkan,” ungkap Prof. Syamsuddin.
Seperti kita ketahui bersama, sejumlah daerah di Sulsel rawan terjadi bencana, sehingga Fakultas Dakwah dan Komunikasi membuka jurusan Kessos dimana para mahasiswa juga diajarkan mengatasi kejadian bencana melalui kurikulum penanganan bencana secara dini. Untuk itulah, Jurusan Kessos FDK UIN Alauddin aktif mendirikan dan merekrut Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang melibatkan mahasiswa sebagai anggota Tagana bekerja sama dengan Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Sulsel sebagai pembina Tagana di Kampus FDK UIN Alauddin Makassar.
Untuk itulah, setiap tahun jurusan Kessos FDK UIN Alauddin senantiasa merekrut anggota Tagana yang baru untuk dibekali dengan pengetahuan manajemen siaga bencana. Bahkan Tagana Kompi FDK UIN Alauiddin juga aktif terjun langsung ke lokasi bencana di seluruh daerah di Indonesia.
Sementara itu, Sekretaris LLI Sulsel, Syakhruddin DN menambahkan, pembentukan Lansia Siaga Bencana (LANSIGANA) merupakan program Lembaga Lanjut usia Indonesia Sulsel untuk mengajak para Lansia ikut berperan dalam melakukan siaga bencana.
LANSIGANA ini diharapkan juga bisa terbentuk oleh pengurus LLI hingga daerah kabupaten kota di Sulsel sehingga para lansia bisa berperan dalam melakukan kesiagaan dalam menghadapi bencana.
”LLI Sulsel membentuk LANSIGANA agar para Lansia bisa berperan penting dalam mengantisipasi kesiap siagaan bencana di daerah masing-masing, ungkap Syakhruddin yang merupakan perintis pembentukan Tagana di Sulsel yang juga memiliki kartu anggota Tagana 01, yang aktif melakukan pelatihan dan perekrutan anggota Tagana Sulsel sejak tahun 2004 lalu bersama dengan Muhlis Moed yang juga instruktur Tagana pemegang kartu anggota 02 yang merintis pembentukan Tagana Sulsel.
Dalam pemantapan Tagana Kompi FDK UIN Alauddin Makassar, dua instruktur dan perintis Tagana Sulsel Syakhruddin dan Muhlis Moed meminta kepada mahasiswa anggota Tagana Kompi FDK UIN Alauddin untuk selalu disiplin dan mentaati perintah instruktur.
Menurut Syakhruddin, Anggota Tagana harus memegang tiga perinsip yakni, satu komando (one Command), satu aturan (one rule) dan Satu Kebersaman (one Corps). (*)











