Home / Daerah / Sulsel / Wajo

Jumat, 8 Maret 2019 - 01:27 WIB

Ponpes Al-Mukhlisin DDI Paria Sesalkan Penjarahan Bantuan Kementan

MEDIASINERGI.CO WAJO — Pimpinan Pondok Pesantren Al-Mukhlisin DDI Paria, Subairi menyesalkan aksi penjarahan bantuan sarana dan prasarana serta bantuan hewan ternak dari Kementerian Pertanian RI, di kawasan wisata Rumah Adat Atakkae Sengkang, Kabupaten Wajo, Rabu 6/3/2019.

Bantuan Kementerian Pertanian menjadi jarahan masyarakat sesaat setelah Menteri Pertanian (Mentan) RI meninggalkan lokasi. Mobil pengangkut bantuan yang terparkir disebelah kanan lapangan dan bagian belakang dikerubuti masyarakat. Mereka langsung mengambil semua bantuan yang ada di mobil pengangkut.

“Sebetulnya tanda-tanda tersebut sudah ada sebelum acara dimulai. Saya rasa ini terjadi karena panitia tidak mempersiapkan acara ini dengan baik. Kok bisa bantuan Kementerian dijarah,” kata Subairi.

Aksi penjarahan ini dirasa Subairi sangat mencoreng nama baik kabupaten Wajo yang menjadi gudangnya pondok pesantren. Walaupun ia menyadari yang hadir tidak hanya masyarakat Wajo, tetap saja peristiwa tersebut terjadi di kabupaten Wajo.

“Bantuan itu tidak dibagi-bagi, tapi diperebutkan orang. Siapa yang kuat, itu yang dapat banyak. Padahal bantuan itu sudah ada peruntukannya. Mengapa ini terjadi di kabupaten Wajo? Wajo ini terkenal masyarakatnya religius, Bupatinya juga religius. Saya sangat prihatin atas peristiwa ini,” sesal Subairi.

Menurut Subairi, pondok pesantren yang dipimpin nya, seharusnya menerima bantuan 500 bibit ayam kampung.

Namun pihaknya belum ada menerima bantuan itu. Subairi sendiri sangat menyesalkan peristiwa tersebut.

“Saya ini sempat bicara langsung dengan Menteri Pertanian. Dan beliau mengamanatkan agar bantuan tersebut dijaga dengan baik. Bagaimana saya bisa menjaga amanah beliau, bantuannya saja tidak saya terima? Kepada bapak Menteri, saya mohon maaf. Saya tidak dapat menjaga amanat yang Bapak berikan kepada saya” ujar Subairi.

Sekedar diketahui, total bantuan yang disalurkan Mentan RI di Kabupaten Wajo sekitar Rp186 milliar. Nilai tersebut dalam bentuk sarana dan prasarana pertanian serta hewan ternak. Bantuan tersebut diperuntukkan untuk Kelompok Tani dari Kabupaten Soppeng, Sidrap, Pinrang, Bone dan Wajo.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kementerian Pertanian maupun Pemerintah kabupaten Wajo terhadap aksi penjarahan
tersebut.(Rls)

Ditulis oleh Hamzah Sinergi

Wartawan resmi mediasinergi.co. Specialist konten berita, pendidikan, kesehatan, dan olahraga

Share :

Baca Juga

PINRANG

Pemerintah Kabupaten Pinrang Menyalurkan 700 unit Bantuan Pompa Kepada Petani

Sulsel

Wabup Hengky Yasin Ajak Semua Sektor Bergerak, Takalar Dukung Ending AIDS 2030

Sulsel

Andi Rosmam Hadiri Hari Santri 2026, Tegaskan Dukungan Pemkab Wajo untuk Pesantren

Sulsel

Bupati Takalar Hadiri Rakor Aset Daerah dan Penyerahan Sertifikat BMD di Makassar

Sulsel

Gerakan Bersih dari Rumah, Pemkot Makassar Tambah Dukungan Anggaran dan Armada Sampah

Sulsel

Bupati Takalar Perintahkan Pencairan 3 Bulan Gaji Aparat Desa dan BPD Segera Diproses

Sulsel

6.000 Liter Air Bersih Disalurkan Polres Wajo untuk Warga Kampung Baru Desa Nepo

PINRANG

Bupati Pinrang Menyerahkan Secara Simbolis Bantuan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE)

Tinggalkan Komentar