Home / Advertorial / Sulsel / Wajo

Kamis, 25 April 2019 - 04:21 WIB

Bupati Optimis Kembalikan Kejayaan Sutera Wajo

MEDIASINERGI.CO WAJO — Kepala Kantor Konsulat Jepang di Surabaya Masaki Tani bersama rombongan Chul Thai Silk dari Thailand melakukan kunjungan ke Kabupaten Wajo untuk melihat kondisi persuteraan alam di Wajo

Kedatangan Konsulat dari Jepang ini disambut langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Wajo Amran Mahmud-Amran SE, Ketua DPRD Wajo diwakili H Sudirman Meru, Mantan Bupati Wajo, Andi Asmidin Kadis Pertanian Ir Azhar, Sekda Wajo, H Amiruddin, Plt Kepala Bappeda Andi Pallawarukka, Kepala UPTD Sutera Abdul Malik serta Asosiasi Pengusaha Sutera Wajo.

Bupati Wajo dalam sambutannya menyampaikan, Masaki Tani adalah mitra dan sahabat dekat dengan pemilik industri raksasa sutera di Thailand yang ingin membangun kerjasama persuteraan di Bumi Lamaddukkelleng.

“Ini menjadi titik terang bagi kita, paling tidak apa yang kita ingin rintis untuk mebuat indukan sendiri, kedepan bisa kita wujudkan. Karena kita di Wajo sudah sekitar ada 80 ha lahan yang siap ditanami murbai,” kata Amran Mahmud.

Amran Mahmud pun mengaku optimis kembalikan kejayaan Sutera Wajo, apalagi selama dua bulan melakukan pendataan apa yang menjadi kendala persuteraan Wajo, ternyata kendalanya dari bahan baku yang selama ini di impor di Cina, Jepang dan Thailand.

“Kita perlu kerja keras, keseriusan dan kerjasama untuk membina petani-petani sutera di Wajo,” Imbaunya.<

Senada, Wakil Bupati Wajo Amran SE, berharap kehadiran Konsulat Jepang yang membuka peluang kerjasama untuk bermitra membangun persuteraan di Wajo bisa menjadi solusi dari akar permasalahan ini.

“Mudah-mudahan dengan Masaki Tani di Wajo, akan ada kesepakatan untuk mendapatkan titik temu terhadap apa yang menjadi persoalan persuteraan kita selama ini,” harapnya.

Sementara Masaki Tani mengaku sudah 20 tahun bekerjasama dengan perusahaan sultansif dan sudah memahami betul bagaimana mengembangkan persuteraan mulai dari pembibitan telur, penanaman murbai dan lainnya.

“Untuk menghasilkan telur perlu usaha yang tepat sesuai dengan kondisi cuaca. Sekarang kami sudah bisa mengembangkan telur di daerah teopis meski hasilnya lebih kecil. Karena kokon besar biasanya dihasilkan di daerah beriklim dingin,” jelasnya.

Tapi hal yang paling penting bagi kita bagaimana memelihara ulat menjadi kokong, dan ini memang perlu penanganan tepat. Apa yang paling penting bagi kita bagaimana memelihara ulat menjadi kokong,” terang Masaki Tani.(Advertorial)

Ditulis oleh Hamzah Sinergi

Wartawan resmi mediasinergi.co. Specialist konten berita, pendidikan, kesehatan, dan olahraga

Share :

Baca Juga

Sulsel

Jelang Musim Hujan, 150 Satgas PU Benahi Drainase Rawan Banjir Paccerakkang

Sulsel

Sekda Pimpin Rapat Lintas Sektor, Pemkot Makassar Perkuat Penanganan Kabut Asap

Sulsel

Gantikan Muhammad Hasbi, Bupati Daeng Manye Lantik Ahmad Rivai Jadi Sekda Takalar

Sulsel

Pimpin Rakor Camat – Kades, Bupati Takalar Instruksikan Percepatan Pencairan Siltap

Sulsel

Panen Prestasi, Kabupaten Wajo Raih Juara II Kirab Swasembada Pangan Tingkat Provinsi

Sulsel

Andi Rosmam Hadiri Hari Santri 2026, Tegaskan Dukungan Pemkab Wajo untuk Pesantren

PINRANG

Dinas Kesehatan Pinrang Kampanye Kepedulian Kesehatan Jiwa Melalui Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian PTM Dan Keswa

Sulsel

DPRD Pinrang Menyepakati Penyempurnaan Ranperda Perubahan APBD 2026

Tinggalkan Komentar