Home / Advertorial

Kamis, 23 Januari 2020 - 09:00 WIB

Gubernur Sulsel Tabur 5.000 Benih Ikan di Danau Tempe

MEDIASINERGI.CO WAJO — Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM. Nurdin Abdullah didampingi Bupati Wajo H. Amran Mahmud dan Wakil Bupati Wajo H. Amran SE menabur 5.000 ekor benih ikan mas di Danau Tempe, Kabupaten Wajo, Rabu 22 Januari 2020.

Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM. Nurdin Abdullah, mengatakan Danau Tempe ini sebagai aset sumberdaya yang harus dipulihkan daya dukungnya, utamanya keseimbangan ekosistem yang saat ini mulai terganggu akibat sedimentasi dan eutriofikasi.

Baca Juga:  Lantik Bupati dan Wakil Bupati Wajo, Ini Harapan Gubernur Sulsel

Kondisi ini, kata dia, berpotensi mengancam keragaman jenis ikan yang ada di Danau Tempe. Oleh karenanya penaburan benih dinilai penting untuk memulihkan ekosistem Danau Tempe,” ujar Gubernur.

“Penaburan 5.000 benih ikan mas yang dikaukan hari ini (Rabu 22/1/2020) sebagai wujud menjaga kelestarian ekosistem populasi ikan air tawar yang ada di Danau Tempe,” ungkap orang nomor satu di Sulsel ini.

Baca Juga:  Bangun Komitmen Penyelenggaraan MPP, Pemkab Wajo MoU dengan Instansi Vertikal, BUMN dan BUMD

Nurdin Abdullah mengungkapkan, Danau Tempe merupakan salah satu danau penghasil ikan tawar terbesar di Sulawesi. Dengan luas kurang lebih 13 ribu hektare (ha).

Share :

Baca Juga

Advertorial

Peringati Hari Perpustakaan dan Kearsipan, Wajo Ajak Generasi Muda Rawat Literasi

Advertorial

Pemkab Wajo Peringati Harkitnas ke-118, Soroti Ancaman di Era Informasi

Advertorial

Pemkab Wajo Ubah Pola Kerja ASN, WFH Mulai Berlaku Jumat Ini

Advertorial

Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026, Gubernur Zainal Terima Penghargaan Kategori Penurunan Pengangguran

Advertorial

Wajo Perkuat SP4N-LAPOR, Bidik Kepercayaan Publik Lewat Respons Aduan yang Lebih Cepat

Advertorial

Dorong Transparansi, Pemkab Wajo Perkuat Peran PPID di Era Digital

Advertorial

Tinggalkan Tanda Tangan Basah, Pemkab Wajo Percepat Layanan Digital

Advertorial

Pemkab Wajo Perkuat Literasi Informasi, KIM Jadi Ujung Tombak di Desa