MEDIASINERGI.CO MAKASSAR — Apakah Puasa Arafah Harus Bertepatan dengan Wukuf di Arafah? Begini penjelasannya sesuai dengan dalil sahih.
Puasa Arafah adalah salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam, terutama bagi mereka yang tidak sedang melaksanakan haji.
Amalan ini dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah, sehari sebelum Hari Raya Idul Adha.
Namun, terdapat perdebatan di kalangan ulama mengenai apakah puasa Arafah harus bertepatan dengan wukuf di Arafah, yaitu ketika jamaah haji berada di Padang Arafah, ataukah harus mengikuti penanggalan setempat.
Definisi dan Keutamaan Puasa Arafah
Puasa Arafah memiliki keutamaan yang besar sebagaimana disebutkan dalam hadis. Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa Arafah, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.” (HR. Muslim).
Hadis ini menunjukkan betapa besarnya keutamaan puasa Arafah dalam menghapuskan dosa-dosa kecil bagi yang melaksanakannya dengan ikhlas dan benar.
Pendapat Ulama Mengenai Waktu Puasa Arafah
Pendapat yang Mengharuskan Bertepatan dengan Wukuf di Arafah
Sebagian ulama berpendapat bahwa puasa Arafah harus bertepatan dengan wukuf di Arafah. Mereka berargumen bahwa karena puasa Arafah dihubungkan langsung dengan wukuf di Arafah, maka penetapan hari puasanya harus sesuai dengan hari di mana jamaah haji melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Pendapat ini sering kali merujuk pada kesatuan umat Islam dalam melaksanakan ibadah haji sebagai dasar argumennya.
Pendapat yang Mengikuti Penanggalan Setempat
















