Haji Mustafa juga mengisahkan, saat dirinya harus bertanding disebuah kompetisi bela diri mewakili daerah Sulawesi Tenggara, saat itu tidak ada dana dari pemerintah, terpaksa gajinya sebagai anggota Polisi yang dipakai.
“Saya pernah ikut kompetisi tapi terkendala dana, akhirnya gajiku saya pakai berangkat bertanding. Cerita ini hanya motivasi bagi pesilat supaya jangan kendor semangatnya, hanya karena persoalan dana, ” ujarnya.

Ketua Dewan Pembina perguruan Garuda Sayap Putih, Adv Bakri Remmang meminta dukungan penuh kepada DPRD Wajo, baik itu finansial maupun material.
Menurutnya, selama ini, pemerintah belum maksimal dalam membantu Garuda Sayap Putih, padahal pesilat Garuda Sayap Putih telah banyak mengukir prestasi dan membawa nama baik kabupaten Wajo.
“Kami berharap bantuan DPRD dan Pemerintah kabupaten, apalagi pesilat – pesilat GSP akan bertanding pada bulan desember mewakili Sulsel di Jakarta,” kata ketua LBH Bakti Keadilan ini.(Advertorial)
















