Sementara dr Tajrin, yang menangani operasi mengatakan bahwa dari 28 penderita bibir sumbing, hanya 15 orang yang dinyatakan lolos screening untuk dilakukan tindakan operasi.
“Pasien yang belum bisa dilakukan operasi karena pada waktu pemeriksaan didapatkan menderita batuk dan pilek dan penyakit lainnya,” katanya.

Direktur RS Gigi dan Mulut Pendidikan Universitas Hasanuddin ini menambahkan bahwa bibir sumbing dan celah langit-langit adalah faktor bawaan meskipun kebanyakan karena kurang gizi dan akibat kekurangan zat besi atau asam folat saat dalam kandungan.
Keseluruhan tim medis kegiatan ini meliputi Dokter Spesialis Bedah Mulut, Residen Program Spsesialis Bedah Mulut RSGM UNHAS yang melibatkan Jajaran Direktur RSUD Lamadukelleng, Dokter Anestesi, Dokter Bedah dan Dokter Anak RSUD Lamadukkelleng termasuk semua Dokter Gigi yang ada di Kabupaten Wajo.(Advertorial)
















