“Saya minta jangan ada data nelayan yang dobel atau ganda dalam arti kata sudah pernah menerima bantuan sebelumnya kemudian diberi lagi, ingat jangan ada yang main-main, karena toh pada akhirnya kami akan diketahuinya karena kami juga punya tim yang akan terjun di lapangan mengadakan CrossCheck terhadap kebenaran data yang disampaikan sebelumnya oleh Dinas Perikanan atau PPLnya,” ujar Yuliani.

Dikatakan, program kedepan ini akan diprioritaskan kepada nelayan pesisir laut dengan Ketentuan mesinmesin dan perahu yang dilaporkan itu benar-benar adalah milik nelayan yang terdata.
Anggota DPR-RI ini, menyatakan, bahwa khusus untuk nelayan pesisir laut akan disediakan mesin 13 PK keatas, sedangkan untuk mesin perahu danau maksimun 6,5 PK kebawa. Nelayan yang lolos verifikasi akan dibantu secara bertahap sesuai dengan kuota perkabupaten yang sudah ditetapkan.
“Mari kita kerja ikhlas semoga hal ini dapat menjadi lahan Ibadah demi untuk membantu saudara kita yang kebetulan berasal nelayan ekonomi lemah,” katanya.
Anggota DPR-RI, Hj. Andi Yuliani Paris sejak tahun 2018 sampai 2019 telah memfasilitasi nelayan
Kabupaten Wajo mendapatkan bantuan berupa mesin perahu nelayan ( Mesin Katintin ), konverter BBG dan tabung gas 3 Kg dari Kementerian ESDM sebanyak 1.162 nelayan. (Advertorial)
















